internasional

Damaskus dan Washington Dibuka Lagi, Menlu Suriah Assad Al Shaibani Akhiri 25 Tahun Vakum Diplomasi

Jumat, 19 September 2025 | 09:06 WIB
Menlu Suriah Assad Al Shaibani kunjungi Washington, AS untuk akhiri vakum diplomasi selama 25 tahun terakhir. (Syria Mofaex)

SENAYANPOST - Menteri Luar Negeri dan Ekspatriat Suriah Assad Al Shaibani dikabarkan mendatangi Washington, Amerika Serikat (AS) setelah vakum diplomasi selama 25 tahun.

Ini menjadi kunjungan bersejarah bagi Suriah karena ini adalah pertama kalinya negara itu menyambung lagi hubungan diplomatik dengan AS.

Diketahui, selama Bashar Al Assad berkuasa 25 tahun, hubungan diplomatik Suriah dan negara adidaya itu mengalami pemutusan.

Sebagaimana dilansir SenayanPost.com dari SANA News Agency pada 18 September 2025, Departemen Media di Kementerian Luar Negeri mengatakan bahwa kunjungan tersebut "menandai tonggak penting dalam hubungan Suriah-AS setelah puluhan tahun terputus".

Baca Juga: Hanya 63 Detik, Ini Isi Pidato Presiden Suriah Ahmad Al Sharaa di KTT Doha

Kementerian mencatat bahwa kunjungan tersebut mencerminkan keterbukaan Suriah untuk berdialog langsung dengan Amerika Serikat dalam upaya untuk "membuka lembaran baru" dalam hubungan bilateral karena akan membahas "isu-isu kepentingan bersama di bidang politik, keamanan, dan ekonomi" untuk melayani kepentingan rakyat Suriah.

Kunjungan ini dilakukan di tengah upaya Suriah dan Amerika Serikat untuk memulihkan hubungan setelah puluhan tahun terputus dan setelah berbulan-bulan Presiden Donald Trump memutuskan untuk mencabut sanksi terhadap Damaskus yang membuka jalan bagi normalisasi hubungan.

Menlu Al Shaibani dijadwalkan bertemu dengan anggota parlemen Amerika di Washington untuk membahas pencabutan permanen sanksi AS yang tersisa terhadap Suriah, menurut Axios.

Baca Juga: Mendagri dan Delegasi Syiah Suriah Bahas Cara-cara Peningkatan Keamanan dan Stabilitas

Senator Lindsey Graham menegaskan bahwa ia dan anggota Senat lainnya akan mengadakan pembicaraan dengan Al Shaibani pada hari Kamis, untuk membahas sanksi spesifik yang dijatuhkan oleh Washington terhadap Suriah berdasarkan undang-undang seperti Undang-Undang Caesar atau Caesar Act dan pencabutan permanennya.

Axios juga melaporkan bahwa Al Shaibani diperkirakan akan bertemu dengan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio besok, Jumat.

Ini menandai kunjungan resmi pertama seorang menteri luar negeri Suriah ke Washington dalam lebih dari 25 tahun.

Kunjungan terakhir semacam itu terjadi pada tahun 1999, ketika Menteri Luar Negeri saat itu, Farouk Al Sharaa, bertemu dengan para pejabat AS untuk negosiasi perdamaian dengan Israel.***

Tags

Terkini