internasional

Dubes Israel untuk AS Sindir Keberadaan Pejabat Hamas di Qatar: Jika Selamat Kali Ini, Kami Akan Kembali

Rabu, 10 September 2025 | 18:33 WIB
Dubes Israel untuk AS Yechiel Leiter sindir pejabat Hamas di Doha, Qatar yang baru-baru ini jadi target serangan udara Zionis. (X.com/@yechielleiter)

SENAYANPOST - Duta Besar Israel untuk Amerika Serikat (AS) Yechiel Leiter baru saja menyampaikan pernyataan kontroversial usai serangan udara Zionis ke Doha, Qatar.

Sebagaimana diketahui, Israel penjajah baru-baru ini menargetkan salah satu petinggi Hamas di tengah negosiasi gencatan senjata di Jalur Gaza.

Dalam serangan udara mematikan, anak dan staf Khalil Al Hayya gugur sebagai akibatnya.

Para martir tersebut adalah Jihad Lubbad (Direktur Kantor Dr. Khalil Al Hayya, Hamam Al Hayya (Putra Dr. Khalil Al Hayya), Abdullah Abdul Wahid (pengawal keamanan), Moumen Hassouna (pengawal keamanan), dan Ahmed Al Mamlouk (pengawal keamanan).

Baca Juga: Israel Penjajah Peringatkan Warga Kota Gaza Mengungsi, Klaim Menara Tinggi Jadi Markas Hamas

Leiter menyebut Israel akan membunuh para pemimpin Hamas lain kali jika mereka selamat dari serangan Qatar.

"Jika Israel tidak membunuh para pemimpin Hamas dalam serangan udara di Qatar pada hari Selasa, Israel akan berhasil lain kali," kata Yechiel Leiter pada 10 September 2025, dikutip SenayanPost.com dari Reuters.

Insiden menimbulkan kekhawatiran bahwa hal itu akan menggagalkan upaya untuk mengamankan gencatan senjata di Jalur Gaza.

"Saat ini, kami mungkin akan menerima sedikit kritik. Mereka akan melupakannya. Dan Israel sedang berubah menjadi lebih baik," tambahnya.

Ia mengatakan bahwa akhir-akhir ini kawasan Timur Tengah 'membaik' karena Israel menyingkirkan satu per satu musuh mereka.

Baca Juga: Tentara Israel Penjajah Kena Lagi, Brigade Al Qassam Luncurkan Penyergapan Kejutan

"Kawasan ini sedang berubah menjadi lebih baik seiring kita menyingkirkan musuh-musuh perdamaian dan musuh-musuh peradaban Barat ini dari kemampuan mereka untuk menerapkan terorisme," imbuhnya.

Israel berusaha membunuh para pemimpin politik Hamas dengan serangan di ibu kota Qatar, Doha, pada hari Selasa, meningkatkan aksi militernya di Timur Tengah dalam apa yang digambarkan AS sebagai serangan sepihak yang tidak memajukan kepentingan Amerika dan Israel.

Operasi itu sangat sensitif karena Qatar, mediatornya, telah menjadi tuan rumah negosiasi yang bertujuan untuk mengamankan gencatan senjata dalam perang Gaza yang telah berkecamuk selama hampir dua tahun.

Halaman:

Tags

Terkini