SENAYANPOST - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mendesak Hamas untuk menerima proposal gencatan senjata di Jalur Gaza belum lama ini.
Dalam proposal tersebut, Trump mengajukan gencatan senjata selama 60 hari yang nantinya akan berlanjut ke gencatan senjata permanen.
Di sebuah unggahan di media sosial, Trump mengatakan perwakilannya mengadakan pertemuan 'panjang dan produktif' dengan pejabat Israel tentang Gaza.
Ia tidak menyebutkan nama perwakilannya, tetapi utusan khusus AS Steve Witkoff, Menteri Luar Negeri Marco Rubio, dan Wakil Presiden JD Vance dijadwalkan bertemu Ron Dermer, penasihat senior Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Baca Juga: Donald Trump Sebut Israel Setuju Gencatan Senjata di Gaza, meski Hanya Sebentar
Trump mengatakan Israel telah menyetujui persyaratan untuk menuntaskan gencatan senjata 60 hari.
"Selama waktu tersebut kami akan bekerja sama dengan semua pihak untuk mengakhiri Perang," tulisnya dalam sebuah pernyataan pada 1 Juli 2025, dikutip SenayanPost.com dari Reuters.
Ia mengatakan perwakilan Qatar dan Mesir akan menyampaikan 'proposal akhir' ini kepada Hamas.
"Saya berharap, demi kebaikan Timur Tengah, Hamas menerima Kesepakatan ini, karena kesepakatan ini tidak akan membaik — HANYA AKAN MENJADI LEBIH BURUK. Terima kasih atas perhatian Anda terhadap masalah ini!" katanya.
Trump mengatakan kepada wartawan sebelumnya bahwa ia berharap kesepakatan gencatan senjata untuk sandera dapat dicapai minggu depan antara Israel dan militan Hamas di Gaza.
Ia dijadwalkan bertemu Netanyahu di Gedung Putih pada hari Senin.
Hamas mengatakan bersedia membebaskan sandera yang tersisa, membuka tab baru di Gaza berdasarkan kesepakatan apa pun untuk mengakhiri perang.
Sementara Israel mengatakan perang hanya dapat berakhir jika Hamas dilucuti dan dibubarkan.