internasional

Tandatangani Perintah Eksekutif, Presiden AS Donald Trump Cabut Sanksi terhadap Suriah

Selasa, 1 Juli 2025 | 18:03 WIB
Amerika Serikat sabut sanksi terhadap Suriah yang saat ini dipimpin oleh Presiden sementara Ahmad Al Sharaa. (X.com/@SyPresidency)

SENAYANPOST - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump resmi cabut sanksi terhadap Suriah belum lama ini.

Lebih lanjut, pencabutan sebagian besar sanksi AS terhadap Suriah ini ditandatangani Trump dalam sebuah perintah eksekutif.

Sebelumnya, Trump membuat pengumuman mengejutkan tersebut dalam pidatonya di Riyadh, Arab Saudi pada bulan Mei.

Ia juga bertemu dengan Presiden sementara Suriah Ahmad Al Sharaa saat berada di sana.

"Ini adalah upaya untuk mempromosikan dan mendukung jalan negara menuju stabilitas dan perdamaian," kata sekretaris pers Gedung Putih Karoline Leavitt kepada wartawan sebelum penandatanganan pada 30 Juni 2025, dikutip SenayanPost.com dari Middle East Eye.

Baca Juga: Israel Penjajah Akui Banyak Warga Sipil Gaza Terluka di Pusat Distribusi Bantuan Kemanusiaan

"Perintah tersebut akan menghapus sanksi terhadap Suriah sambil mempertahankan sanksi terhadap mantan Presiden Assad, rekan-rekannya, pelanggar hak asasi manusia, pengedar narkoba, orang-orang yang terkait dengan aktivitas senjata kimia, ISIS dan afiliasinya, dan proksi Iran," tambahnya.

Trump, katanya, "berkomitmen untuk mendukung Suriah yang stabil, bersatu, dan damai dengan dirinya sendiri dan negara-negara tetangganya... ini adalah janji lain yang dibuat, dan janji yang ditepati oleh presiden ini untuk mempromosikan perdamaian dan stabilitas di kawasan tersebut".

Menteri Luar Negeri Suriah Asaad al-Shaibani menyambut baik langkah tersebut dalam sebuah posting di X.

"Keputusan ini merupakan titik balik penting yang akan membantu mendorong Suriah menuju fase baru kemakmuran, stabilitas, dan keterbukaan terhadap komunitas internasional," tulisnya.

Baca Juga: Suriah Jadi Transit Serangan Israel dan Iran, Rezim Ahmad Al Sharaa Masih Diam Seribu Bahasa

"Dengan menyingkirkan hambatan utama bagi pemulihan ekonomi ini, pintu menuju rekonstruksi dan pembangunan yang telah lama ditunggu akan terbuka, bersama dengan rehabilitasi infrastruktur vital, yang menciptakan kondisi yang diperlukan untuk pemulangan warga Suriah yang mengungsi ke tanah air mereka dengan bermartabat dan aman," jelasnya.

Teks perintah tersebut dipublikasikan pada Senin sore waktu setempat di Washington, dan menetapkan bahwa keadaan yang awalnya memunculkan program tersebut "telah diubah oleh perkembangan selama 6 bulan terakhir, termasuk tindakan positif yang diambil oleh pemerintah Suriah yang baru di bawah Presiden Ahmad Al Sharaa."

Pencabutan sanksi dan penerbitan keringanan yang memungkinkan pelonggaran kontrol ekspor, tambahnya, merupakan langkah yang mendukung "tujuan keamanan nasional dan kebijakan luar negeri AS".

Halaman:

Tags

Terkini