internasional

Iran dan Israel Masih Saling Tembak Usai Presiden AS Donald Trump Umumkan Gencatan Senjata

Selasa, 24 Juni 2025 | 18:17 WIB
Iran dan Israel masih melakukan tembakan setelah Presiden AS Donald Trump umumkan gencatan senjata 'lengkap dan total'. (Kolase foto X.com/@IsraeliPM/@khamenei_ir)

SENAYANPOST - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump umumkan gencatan senjata, Iran dan Israel masih saling tembak.

Saling tembak antara kedua negara tersebut masih berlangsung hingga Selasa pagi waktu setempat saat gencatan senjata mulai berlaku.

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz mengatakan bahwa Teheran telah melanggar perjanjiannya dan meluncurkan rudal ke wilayah Israel.

Sementara itu seorang pejabat militer mengatakan bahwa dua rudal yang diluncurkan dari Iran berhasil dicegat.

Katz mengatakan Israel akan 'menanggapi dengan tegas' setiap pelanggaran, dan memerintahkan militer untuk melanjutkan serangannya ke Teheran.

Baca Juga: Presiden AS Donald Trump Sebut Gencatan Senjata 'Lengkap dan Total' antara Iran dan Israel

Iran membantah laporan bahwa mereka telah melanggar gencatan senjata, menurut media pemerintah.

Sebelumnya pada pagi hari, lima orang tewas dan sedikitnya 20 orang terluka di kota Bersheeba di Israel selatan, ketika dua rudal balistik Iran menghantam daerah tersebut.

Satu ditembak jatuh oleh pertahanan udara Israel, sementara yang lain mengenai bangunan tempat tinggal.

Sementara itu, serangan udara Israel di daerah permukiman di provinsi Gilan di utara Iran menewaskan sembilan orang pada Selasa dini hari, menurut seorang pejabat setempat.

Wakil gubernur Gilan mengatakan kepada kantor berita Tasnim bahwa serangan itu mengenai rumah-rumah, yang menyebabkan banyak korban jiwa.

Seorang pejabat pengadilan Iran juga mengonfirmasi pada Selasa bahwa serangan Israel sehari sebelumnya di Penjara Evin di Teheran telah melukai staf, narapidana, dan anggota keluarga yang berkunjung.

Baca Juga: Pidato di Rusia, Presiden Prabowo Dapat Delapan Kali Applause dari Putin dan Hadirin

Israel mulai menyerang Iran pada 13 Juni, dan berulang kali menargetkan fasilitas militer dan nuklir negara itu, serta membunuh komandan keamanan, intelijen, dan militer terkemuka serta ilmuwan.

Halaman:

Tags

Terkini