Arab Saudi dan Turki, dua kekuatan regional Sunni, masih bersikap hati-hati.
Namun jika konflik ini makin meluas, tekanan dari publik internal mereka—terutama pasca-lebaran dan musim haji—akan memaksa mereka bersuara.
Sementara itu, Rusia dan China telah mengeluarkan pernyataan keras, menyebut serangan Israel sebagai "provokasi tak bertanggung jawab yang dapat memicu perang regional".
Kepentingan Indonesia: Jangan Cuek, Jangan Terjebak
Indonesia, sebagai negara dengan jumlah jemaah haji terbanyak di dunia dan sebagai pengimpor minyak, tidak bisa duduk diam.
Situasi ini berpotensi menimbulkan dua risiko besar:
1. Keselamatan puluhan ribu WNI di Arab Saudi yang mungkin terdampak jika serangan balasan Iran menjangkau Teluk.
2. Kenaikan harga energi domestik yang sudah sensitif pasca-Pemilu dan bisa memicu gejolak sosial.
Baca Juga: 42 Warga Palestina Tewas Akibat Penembakan Israel di Hari Pertama Idul Adha di Jalur Gaza
Pemerintah perlu membentuk task force lintas kementerian yang siaga memantau perkembangan, termasuk membangun komunikasi dengan Kedubes Iran dan Arab Saudi untuk menjamin keselamatan diaspora dan jemaah.
Perang Belum Dimulai, Tapi Api Sudah Menyala
Serangan ini bukan yang pertama, dan mungkin bukan yang terakhir.
Sejak 2010, Israel telah melakukan serangkaian serangan siber, sabotase fasilitas, hingga pembunuhan ilmuwan Iran.
Tapi The Rising Lion berbeda. Ini terbuka, langsung, dan menghantam simbol-simbol utama kebanggaan militer Iran.