"Ini adalah kejahatan total dan mengungkap niat sebenarnya dari pendudukan Israel untuk mengganggu aliran bantuan kemanusiaan dan medis serta menciptakan keadaan kacau dan anarki," kata Kantor Media Gaza pada 23 Mei 2025, dikutip SenayanPost.com dari Middle East Eye.
Kantor media tersebut menambahkan bahwa serangan semacam itu merupakan bukti lebih lanjut dari peran tentara Israel dalam memungkinkan penjarahan bantuan kemanusiaan dan perlengkapan penting, dengan menyatakan bahwa tujuannya 'untuk memastikan bantuan tersebut tidak sampai ke penerima manfaat dengan menargetkan mereka yang mengatur dan memastikan perjalanan mereka yang aman'.
Baca Juga: Empat Nama Calon yang Masuk Radar Presiden Prabowo untuk Calon Dubes RI di Amerika Serikat
Nahed Shuheiber, direktur jenderal Asosiasi Perusahaan Transportasi di Gaza, mengkritik pemboman Israel terhadap titik-titik distribusi bantuan dan penjarahan yang terjadi di Deir al-Balah, dan menggambarkan tindakan tersebut sebagai 'tidak bertanggung jawab' dan sangat menghambat upaya bantuan.
Ia menekankan bahwa masyarakat harus menerapkan tindakan yang diperlukan untuk menjaga pengiriman barang-barang penting 'tanpa gangguan atau eksploitasi'.
Shuheiber selanjutnya meminta badan-badan internasional untuk mengamankan perlindungan konvoi bantuan guna mempertahankan operasi bantuan di tengah situasi bencana di daerah kantong yang terkepung tersebut.***