SENAYANPOST - Presiden Otoritas Palestina, Mahmoud Abbas menyetujui rencana untuk lucuti senjata faksi perlawanan Palestina yang ada di Lebanon.
Hal ini disampaikan saat Presiden Mahmoud Abbas melakukan kunjungan kerja ke Lebanon dalam pertemuannya dengan Presiden Joseph Aoun.
Kedua belah pihak menekankan komitmen terhadap prinsip bahwa semua senjata di negara itu harus dikontrol oleh otoritas negara.
"Mereka menyatakan keyakinan mereka bahwa era senjata di luar otoritas negara Lebanon telah berakhir," bunyi pernyataan tersebut pada 23 Mei 2025, dikutip SenayanPost.com dari Middle East Eye.
Awal bulan ini, sumber-sumber Palestina dan Lebanon mengatakan bahwa kunjungan Abbas terkait erat dengan pelucutan senjata faksi-faksi Palestina di Lebanon.
Pada hari Jumat, sumber-sumber yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada surat kabar Lebanon, Al-Akhbar bahwa selama perjalanan itu, Abbas telah meyakinkan Aoun bahwa 'waktu untuk senjata telah berakhir'.
Abbas juga dilaporkan mengatakan bahwa ia mendukung 'mekanisme apa pun yang diputuskan oleh negara Lebanon untuk menyerahkannya'.
Surat kabar Lebanon L'Orient Le Jour melaporkan bahwa proses pelucutan senjata akan dimulai pada pertengahan Juni.
Dikatakan bahwa tahap pertama akan dimulai di kamp pengungsi Beirut di Bourj Al Barajneh, Shatila, dan Mar Elias.
Kemudian, pada awal Juli, proses tersebut akan dimulai di Lembah Bekaa dan di utara.
Dikatakan bahwa tahap ketiga, yang tidak dikaitkan dengan garis waktu, akan berlangsung di kamp pengungsi lain di selatan.
Baca Juga: Di Forum PUIC, Prabowo Tegaskan Komitmen Abadi Indonesia untuk Palestina
Langkah untuk melucuti senjata faksi-faksi tersebut dipandang sebagai bagian dari upaya yang lebih luas untuk membentuk kembali lanskap politik Lebanon di tengah kemunduran militer Hizbullah yang relatif menyusul serangan Israel yang memenggal sebagian besar kepemimpinannya pada tahun 2024.