SENAYANPOST - Kementerian Luar Negeri Qatar umumkan bahwa gencatan senjata di Gaza mulai berlaku pada Minggu, 19 Januari 2025 pukul 08.30 waktu setempat atau sekitar pukul 13.30 WIB.
Berlakunya gencatan senjata di Gaza ini disampaikan langsung oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar Majed Al Ansari dalam sebuah cuitan di X.
Ia mengatakan bahwa setelah berkoordinasi dengan pihak-pihak yang terlibat maka diputuskan gencatan senjata akan dimulai pada Minggu pagi.
"Setelah koordinasi antara pihak-pihak yang terlibat dalam perjanjian dan mediator, gencatan senjata di Jalur Gaza akan dimulai pada pukul 8.30 pagi waktu setempat pada Minggu, 19 Januari," kata Majed Al Ansari pada 18 Januari 2025, dikutip SenayanPost.com dari Al Mayadeen English.
Baca Juga: Alasan Netanyahu Terlibat dalam Gencatan Senjata di Gaza, Ada Tekanan dari Donald Trump?
Ia juga mendesak warga untuk mengambil tindakan pencegahan, sangat berhati-hati, dan menunggu arahan dari sumber resmi.
Sementara itu, kabinet Israel menyetujui kesepakatan gencatan senjata di Gaza.
Pemerintah Israel telah secara resmi menyetujui perjanjian gencatan senjata yang dimediasi dengan Perlawanan Palestina, setelah mendapat lampu hijau dari kabinet keamanan yang lebih kecil.
Menurut Axios, 24 menteri Israel memberikan suara mendukung kesepakatan tersebut, sementara 8 lainnya menentangnya.
Berita ini muncul pada hari ke-470 perang di Gaza dan setelah putaran negosiasi intensif yang menghasilkan kesepakatan multifase.
Kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengonfirmasi bahwa pemerintah menyetujui kesepakatan tersebut, yang telah diteliti secara ketat oleh politisi dan komentator Israel.
Media Israel melaporkan bahwa kesepakatan tersebut akan mulai berlaku pada hari Minggu.
Rincian tahap pertama
Sumber Palestina mengungkapkan rincian eksklusif kepada Al Mayadeen mengenai perjanjian pertukaran tahanan yang terkait dengan kesepakatan gencatan senjata.