SENAYANPOST - Turki tolak keras usulan untuk mengerahkan pasukan Prancis di sepanjang perbatasan Suriah.
Rencananya, pasukan tersebut bertujuan untuk meredakan ketegangan Pasukan Demokratik Suriah (SDF), sebuah organisasi yang dianggap oleh Turki sebagai teroris.
Penolakan kehadiran tentara Prancis di sepanjang perbatasan Suriah tersebut disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan.
"Beberapa negara Eropa kecil yang berpartisipasi dalam operasi militer di Suriah di bawah naungan AS berupaya memajukan kepentingan mereka sendiri dengan menyuarakan isu-isu tertentu, tetapi hal ini tidak membawa manfaat nyata bagi diri mereka sendiri atau kawasan tersebut," kata Hakan Fidan pada 10 Januari 2025, dikutip SenayanPost.com dari Middle East Eye.
Baca Juga: Ahmad Al Sharaa Adakan Pembicaraan dengan SDF di Tengah Bentrokan Sengit di Suriah Utara
"Kami tidak terlibat dengan negara-negara yang mencoba bersembunyi di balik kekuatan Amerika sambil memajukan agenda mereka sendiri," lanjutnya.
Ankara telah memperingatkan tentang potensi serangan lintas batas ke Suriah timur laut terhadap milisi YPG Kurdi, yang mempelopori SDF, jika kelompok tersebut tidak mematuhi tuntutan Turki.
Fidan menegaskan kembali bahwa pejuang asing dalam SDF, yang didukung oleh AS, harus meninggalkan negara itu, bersama dengan kader dari Partai Pekerja Kurdistan (PKK), bahkan jika mereka adalah warga negara Suriah.
Turki memandang YPG sebagai perpanjangan dari PKK, kelompok militan Kurdi yang telah melancarkan pemberontakan selama 40 tahun terhadap negara Turki.
Baca Juga: Ahmad Al Sharaa Tunjuk Puluhan Petinggi Militer Suriah dari HTS dan Warga Negara Asing
Meskipun pemerintah Prancis belum secara terbuka mengusulkan untuk menjaga perbatasan Turki-Suriah, Presiden Prancis Emmanuel Macron menyatakan awal minggu ini bahwa Paris tidak akan meninggalkan SDF, yang telah menjadi salah satu dari banyak faksi yang terlibat dalam perang saudara Suriah selama 13 tahun.
"Amerika Serikat dan Prancis memang dapat mengamankan seluruh perbatasan. Kami siap bagi koalisi militer ini untuk mengambil tanggung jawab ini," kata Ilham Ahmed, wakil ketua urusan luar negeri untuk pemerintahan Kurdi di Suriah utara, seperti dikutip oleh TV5 Monde minggu ini.
Pejabat Turki juga telah menolak usulan baru-baru ini oleh SDF untuk mendemiliterisasi kota Kobane di Suriah utara di bawah pengawasan AS.
Baca Juga: AS Prihatin soal Kekerasan terhadap Minoritas di Suriah Usai Bashar Al Assad Jatuh