internasional

Hamas Ingin Gencatan Senjata Secepatnya di Gaza dengan Israel, Korban Syahid Hampir 46 Ribu Orang

Sabtu, 4 Januari 2025 | 22:01 WIB
Gerakan Hamas ingin segera gencatan senjata di Gaza dengan Israel penjajah sementara korban syahid hampir menyentuh 46 ribu orang. (Hamas Info)

SENAYANPOST - Gerakan Hamas menginginkan gencatan senjata di Jalur Gaza dengan segera setelah lebih dari 450 hari pembantaian di daerah kantong tersebut.

Hal ini disampaikan oleh salah seorang pejabat senior Hamas Basem Naim terkait dengan negosiasi dengan Israel penjajah belum lama ini.

Sebagaimana diketahui, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebelumnya berusaha untuk menyabotase negosiasi tersebut dengan menambahkan syarat baru.

Nampaknya Netanyahu menunda gencatan senjata sampai Presiden AS terpilih Donald Trump dilantik.

Baca Juga: 82 Ribu Lebih Warga Israel Lakukan Eksodus Gegara Perang di Gaza, Terus Meningkat Tahun 2024

Sebagaimana dilansir SenayanPost.com dari Middle East Eye, Basem Naim mengatakan putaran baru perundingan tersebut akan difokuskan pada gencatan senjata permanen dan penarikan pasukan Israel dari Jalur Gaza.

Meskipun perundingan yang terputus-putus telah berlangsung selama setahun di Doha, gencatan senjata antara Hamas dan Israel masih sulit dicapai.

Pada hari Kamis, Netanyahu menyetujui delegasi untuk melanjutkan perundingan gencatan senjata Gaza, meskipun ia terus secara terbuka mengesampingkan kemungkinan berakhirnya perang secara permanen.

Hamas dan Israel sedang berunding pada bulan Desember untuk mencapai kesepakatan gencatan senjata, tetapi meskipun laporan pada saat itu tampaknya menunjukkan kemajuan dalam mencapai kesepakatan, kelompok Palestina tersebut menuduh negosiator Israel mengajukan 'syarat-syarat baru' yang menunda tercapainya kesepakatan.

Baca Juga: Laporan: Perundingan Gencatan Senjata di Gaza Terhenti, Hamas dan Israel Penjajah Temui Jalan Buntu

Israel menepis tuduhan tersebut, dengan mengatakan Hamas-lah yang menciptakan 'rintangan baru' bagi gencatan senjata.

AS dan Israel telah lama bersikeras bahwa Hamas merupakan hambatan bagi gencatan senjata, tetapi para analis mengatakan Netanyahu tidak menunjukkan minat untuk mencapai kesepakatan.

Sepanjang tahun 2024, AS dan Israel bersikeras bahwa mendiang kepala Hamas Yahya Sinwar merupakan hambatan utama bagi gencatan senjata.

Namun dua bulan lalu, pasukan Israel menewaskan Sinwar dalam baku tembak, dan gencatan senjata masih belum terlihat.

Halaman:

Tags

Terkini