internasional

Presiden Turki Erdogan soal Agresi Israel ke Dataran Tinggi Golan, Sebut Melemahkan Revolusi Suriah

Selasa, 24 Desember 2024 | 22:02 WIB
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan sebut agresi Israel melemahkan revolusi Suriah yang terjadi belum lama ini. (Twitter.com/@RTErdogan)

Menunjuk pada pertemuan 11 Desember antara Presiden Somalia Sheikh Mohamud dan Perdana Menteri Ethiopia Abiy Ahmed yang diselenggarakan oleh Turki.

Baca Juga: Laporan Intelijen: Tahu Banyak soal Rencana HTS Gulingkan Bashar Al Assad di Suriah, AS Latih Tentara Bayaran

"Kita sekarang telah melewati ambang batas kritis lainnya dalam proses Ankara, yang diluncurkan delapan bulan lalu untuk menyelesaikan masalah antara kedua negara sahabat," jelasnya.

Ia menggarisbawahi bahwa wilayah Tanduk Afrika telah lama dikaitkan dengan ketegangan, kelaparan, serangan teroris, dan kebijakan 'memecah belah dan kuasai' dari kekuatan imperialis.

"Kita sangat menyadari bahwa skenario berbahaya ini masih terjadi. Kami yakin langkah bersejarah yang diambil melalui Deklarasi Ankara akan berkontribusi pada terciptanya perdamaian, ketenangan, dan stabilitas abadi di Tanduk Afrika," kata Erdogan.

Baca Juga: Krisis Suriah Membongkar Kepentingan Para Lord Proxy

Pada kunjungan Emir Qatar Sheikh Tamim ke Turki baru-baru ini, Erdogan mengatakan bahwa mereka membahas berbagai masalah, khususnya situasi terkini di Suriah.

"Kami akan mendukung Suriah dalam upayanya untuk menyembuhkan luka yang disebabkan oleh perang selama 13 tahun, untuk memulihkan dan membangun kembali dirinya, baik dalam hal negara maupun masyarakatnya," ujarnya.

Pada kunjungan Perdana Menteri Lebanon Najib Mikati ke Turki, yang menyusul serangan Israel terhadap Lebanon, Erdogan mengatakan bahwa kunjungan tersebut 'sangat berharga' bagi Turki.

"Perdana Menteri Mikati memikul beban berat dengan penuh martabat selama salah satu periode tersulit dalam sejarah negaranya. Saya sepenuhnya yakin bahwa, dengan kepemimpinannya yang tangguh dan berwawasan jauh, Lebanon akan mencapai keselamatan. Selama proses ini, kami tidak akan mengkhianati kepercayaan yang diberikan kepada negara kami atau kepada saya secara pribadi, dan kami akan mendukung Lebanon dengan semua sumber daya kami," tambahnya.***

Halaman:

Tags

Terkini