internasional

Presiden Turki Erdogan soal Agresi Israel ke Dataran Tinggi Golan, Sebut Melemahkan Revolusi Suriah

Selasa, 24 Desember 2024 | 22:02 WIB
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan sebut agresi Israel melemahkan revolusi Suriah yang terjadi belum lama ini. (Twitter.com/@RTErdogan)

SENAYANPOST - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berkomentar soal agresi Israel ke Suriah yang hingga kini masih berlangsung.

Lebih lanjut, Erdogan mengatakan bahwa agresi Israel tersebut bertujuan untuk melemahkan revolusi Suriah.

Sebagaimana diketahui, Israel telah menduduki lebih dari 400 kilometer persegi wilayah Suriah setelah Bashar Al Assad digulingkan.

"Bahkan jika Israel bertindak oportunis, cepat atau lambat Israel harus menarik diri dari tanah yang didudukinya," kata Erdogan dalam pidatonya pada 23 Desember 2024, dikutip SenayanPost.com dari Anadolu Agency.

Baca Juga: Hamas Bunuh Beberapa Tentara Israel Penjajah, Berhasil Bebaskan Warga Palestina yang Jadi Sandera

Turki telah berdiri di sisi sejarah yang benar sejak awal krisis Suriah pada tahun 2011, kata Erdogan.​​​​​​​

Revolusi Suriah telah memfokuskan kembali perhatian global pada negara itu, kata Erdogan, seraya menambahkan bahwa sebagai 'tetangga dan saudaranya', Turki adalah negara yang paling cocok untuk memasuki fase barunya.

Menekankan dukungan Turki yang tak tergoyahkan untuk melindungi integritas teritorial dan struktur kesatuan Suriah.

"Kami tidak akan pernah mundur dalam hal ini," ujarnya.

Baca Juga: Roadmap Al Qaeda Berkuasa di Suriah

Ankara akan memberikan semua dukungan yang diperlukan kepada rakyat Suriah untuk membuat pencapaian mereka permanen setelah mereka menang atas rezim yang menindas.

Erdogan memperingatkan bahwa tidak ada tempat di Suriah untuk kelompok teroris mana pun, termasuk Daesh/ISIS dan PKK, seraya menambahkan bahwa teroris PKK dan afiliasinya akan bubar atau disingkirkan.

Erdogan mengatakan bahwa Ankara bertekad untuk melanjutkan operasi kontraterorisme di Suriah dengan 'presisi bedah, memastikan tidak ada bahaya yang menimpa warga sipil'.

Upaya diplomatik Turki Presiden Erdogan mengatakan Turki telah mengerjakan agenda yang sangat intens, terutama dalam kebijakan luar negeri, sejak pertemuan Kabinet terakhir.

Halaman:

Tags

Terkini