Pada hari Sabtu, Kepala Staf Angkatan Darat Letnan Jenderal Herzi Halevi mengatakan Israel memantau dari gunung "untuk memastikan bahwa elemen lokal tidak bergerak ke arah kita" dan bersiap untuk "respons ofensif dan defensif yang sangat kuat" jika diperlukan.
Baca Juga: Israel Duduki Dataran Tinggi Golan Suriah, Bakal Bikin Pemukiman Ilegal Baru
Gerakan pemukim agama Israel juga menginginkan kendali atas gunung tersebut.
Pemukim Yahudi mengutip Kitab Yosua dalam Alkitab, yang menjelaskan bagaimana orang Israel menaklukkan wilayah tersebut hingga dan termasuk Gunung Hermon.
Mereka mengatakan bahwa ini seharusnya menjadi perbatasan utara Israel.
Saat mengunjungi Dataran Tinggi Golan pada hari Minggu, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyatakan, "Ini adalah hari bersejarah dalam catatan sejarah (Asia Barat)."
Israel pertama kali menduduki sebagian besar Dataran Tinggi Golan Suriah pada tahun 1967 dan, pada tahun 1981, mencaplok wilayah tersebut, dalam sebuah langkah yang hanya diakui oleh AS selama masa jabatan pertama Presiden Donald Trump.***