internasional

Israel Duduki Dataran Tinggi Golan Suriah, Bakal Bikin Pemukiman Ilegal Baru

Senin, 16 Desember 2024 | 21:02 WIB
Israel duduki Dataran Tinggi Golan Suriah setelah rezim Bashar Al Assad runtuh dan berencana buat pemukiman ilegal baru. (X.com/@IsraeliPM)

Baca Juga: Hamas Berkati Rakyat Suriah Tumbangkan Razim Al Asad

"Saya meminta tetua desa untuk mengambil senjata dari penduduk setelah mereka mengambil senapan dari pos-pos militer Suriah yang ditinggalkan," kata komandan tersebut.

Tentara mengklaim bahwa mereka hanya akan tetap berada di daerah tersebut sampai wilayah tersebut dapat diserahkan kepada "entitas negara yang mapan dan terdefinisi" untuk mencegah "kelompok teroris" merebut kendali, mengacu pada HTS milik Julani, yang sebelumnya dikenal sebagai Front Nusra.

Israel sebelumnya mendukung Front Nusra pimpinan Julani, afiliasi Al-Qaeda di Suriah, dengan persenjataan, gaji, perawatan medis, dan dukungan udara dari pesawat tempurnya selama perang kelompok itu sebelumnya melawan pemerintah Suriah dari tahun 2012 hingga 2018.

Meskipun mendukung Julani di masa lalu, Israel sekarang menggunakan keberadaan kelompoknya sebagai dalih untuk menduduki wilayah Suriah tambahan dan mengebom infrastruktur militer Suriah.

Baca Juga: Rezim Bashar Al Assad di Suriah Tumbang, Pengamat Sebut Turki Memainkan Peran Penting Sejak Awal

Gerakan pemukim Yahudi Israel, yang mendapat dukungan luas dari Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan para menterinya, memandang Suriah selatan, termasuk Damaskus, sebagai bagian dari "Israel Raya".

Haaretz menulis bahwa Netanyahu ingin membangun "warisan sebagai pemimpin yang memperluas perbatasan Israel setelah 50 tahun mundur."

"Ada dukungan antusias di pihak kanan atas gagasan bahwa hukuman yang tepat bagi musuh-musuh Israel adalah hilangnya wilayah. Netanyahu memiliki mitra utama dalam diri Donald Trump," tambah surat kabar itu.

Menurut Suzanne Maloney, wakil presiden Brookings Institution dan direktur program kebijakan luar negerinya, mengatakan bahwa pemerintahan baru akan mengambil pendekatan permisif.

Baca Juga: Rezim Suriah Bashar Al Assad Berakhir, Rusia Beri Suaka

"Pemerintahan baru pasti akan mengambil pendekatan yang permisif terhadap ambisi teritorial Israel," kata Maloney.

"Netanyahu ingin dikenang sebagai orang yang menciptakan Israel Raya, bukan hanya sebagai perencana politik yang dituduh melakukan korupsi yang menelantarkan 100 sandera di Gaza. Itulah sebabnya ia akan mencoba untuk memperkuat kendali Israel di Gaza utara. Itulah sebabnya ia tidak akan terburu-buru menarik diri dari wilayah yang baru diduduki di Golan. Dalam keadaan tertentu, ia bahkan mungkin memperluasnya," tambahnya.***

Halaman:

Tags

Terkini