internasional

Hamas Tuding Israel Tidak Ingin Gencatan Senjata di Gaza, Sebut Hanya Kamuflase

Minggu, 3 November 2024 | 18:01 WIB
Gerakan Hamas menuduh Israel penjajah tak tertarik gencatan senjata dan ingin terus perang di Gaza, Palestina. (t.me/HamasOnline)

SENAYANPOST - Anggota Biro Politik Hamas Osama Hamdan mengatakan bahwa Israel tidak serius membicarakan gencatan senjata di Gaza, Palestina.

Pembicaraan gencatan senjata di Gaza baru-baru ini terbatas pada gagasan yang tidak sesuai tuntutan Perlawanan Palestina.

Sebelumnya, Mesir mengusulkan gencatan senjata dua hari namun ditolak oleh Hamas yang mewakili Perlawanan Palestina dan Israel.

"Pertukaran sebagian yang disampaikan kepada kami tidak membahas gencatan senjata yang komprehensif, dan Hamas menegaskan bahwa ini tidak sejalan dengan tuntutannya," kata Osama Hamdan pada 2 November 2024, dikutip SenayanPost.com dari Al Mayadeen English.

Baca Juga: Pengaruh Pemilu AS 2024 terhadap Perang Israel di Palestina dan Lebanon

Selain itu, pejabat senior tersebut menggarisbawahi bahwa pembicaraan mengenai gencatan senjata sementara adalah 'tidak rasional' karena Perlawanan berupaya menghentikan sepenuhnya agresi terhadap rakyat Palestina.

Ia menegaskan kembali kesediaan gerakan tersebut untuk terlibat dalam proposal serius dan kesiapannya untuk membahas gagasan apa pun untuk kesepakatan akhir, dengan mencatat bahwa proposal yang tidak serius adalah 'buang-buang waktu'.

Hamdan mengungkapkan bahwa kepemimpinan Hamas terus membuat keputusan berdasarkan kerangka kerja sebelumnya yang disampaikan oleh mendiang pemimpin Perlawanan dan kepala Biro Politik Hamas, syahid Yahya Sinwar.

Sementara itu, Izzat Al Rishq, anggota biro politik Hamas lainnya, menyatakan bahwa usulan gencatan senjata baru-baru ini selama beberapa hari di Gaza hanya 'untuk membuang debu di mata' alias kamuflase.

Baca Juga: Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei Ultimatum Israel dan AS, Bakal Terima Respons yang Menghancurkan

Pihaknya mencatat bahwa usulan tersebut tidak mencakup penghentian agresi, penarikan pasukan, atau pemulangan orang-orang yang mengungsi.

Pada hari Sabtu, Al Rishq menjelaskan bahwa Perdana Menteri pendudukan Israel Benjamin Netanyahu mengulur waktu dengan tujuan untuk mengulur waktu dan telah menggunakan negosiasi sebagai kedok untuk melanjutkan agresinya.

Hamas mengatakan bahwa pihaknya terbuka untuk usulan baru dalam negosiasi gencatan senjata di Gaza.

Perlawanan Palestina dari awal bersikukuh agar gencatan senjata permanen dan penarikan penuh pasukan pendudukan Israel dari Jalur Gaza.

Halaman:

Tags

Terkini