internasional

Sejarawan Israel Ilan Pappe Wanti-wanti, Zionis Mungkin Akan Perluas Genosida dari Gaza ke Tepi Barat Palestina

Kamis, 24 Oktober 2024 | 18:01 WIB
Sejarawan Israel, Ilan Pappe mengingatkan bahwa negara Zionis itu mungkin akan perluas genosida dari Gaza ke Tepi Barat Palestina. (Tangkapan layar Youtube UN Palestinian Rights Committee)

SENAYANPOST - Sejarawan Israel Ilan Pappe mengingatkan bahwa negara Zionis mungkin akan memperluas kampanye genosida dari Gaza ke Tepi Barat Palestina.

Ilan Pappe juga menyampaikan bahwa kampanye genosida tersebut bisa saja berhenti jika negara-negara Barat yang mendukung Israel mempertimbangkan lagi kebijakan pro-Zionis mereka.

Lebih lanjut, Ilan Pappe juga menegaskan bahwa apa yang dilakukan Israel sampai detik ini di Jalur Gaza adalah jelas-jelas kejahatan genosida.

"Apa yang dilakukan Israel di Jalur Gaza adalah genosida menurut semua definisi hukum," kata Ilan Pappe pada 23 Oktober 2024, dikutip SenayanPost.com dari Middle East Monitor.

Baca Juga: Iran dan Arab Saudi Bakal Latihan Militer Gabungan di Laut Merah

Pappe menjelaskan bahwa Israel telah menerapkan 'alat-alat tambahan' penindasan melalui pembatasan akses makanan, obat-obatan, dan infrastruktur jauh sebelum tahun 2023.

Ia menyatakan kekhawatiran tentang potensi perluasan kebijakan ini ke Tepi Barat, mendesak intervensi internasional segera untuk mencegah skenario seperti itu.

Pergeseran Dinamika Kekuasaan di Tepi Barat

Pappe menyoroti transformasi signifikan dalam politik Israel, menunjuk pada meningkatnya pengaruh bentuk Zionisme 'ekstrem' yang berasal dari pemukim ilegal Israel di Tepi Barat.

Menurut Pappe, kepemimpinan yang baru muncul ini membayangkan Israel yang meluas ke seluruh wilayah Palestina yang bersejarah, dengan kehadiran Palestina yang minimal dan sedikit perhatian terhadap konsekuensi regional yang lebih luas.

Baca Juga: Israel Tolak 250 Ribu Truk Bantuan Kemanusiaan ke Gaza Selama Setahun Genosida

Peran Kekuatan Regional

Sejarawan tersebut menekankan peran potensial kekuatan regional, khususnya Turki, dalam menyelesaikan krisis.

Ia merujuk periode Ottoman sebagai contoh historis tentang hidup berdampingan secara damai antara umat Kristen, Muslim, dan Yahudi.

Halaman:

Tags

Terkini