internasional

Israel Penjajah Tingkatkan Pengepungan di Gaza Utara, Bantai Belasan Warga Jabalia

Selasa, 22 Oktober 2024 | 19:05 WIB
Militer Israel penjajah meningkatkan pengepungan di Gaza Utara dan terus membantai belasan rakyat Palestina di sana. (X.com/@ezzingaza)

SENAYANPOST - Israel penjajah tingkatkan pengepungan di Gaza Utara, Palestina hingga tewaskan belasan warga Kamp Jabalia.

Sebagaimana diketahui, saat ini Israel tengah melakukan Rencana Jenderal, sebuah operasi genosida dan pengusiran paksa rakyat Palestina di Gaza Utara.

Salah seorang sumber medis mengatakan bahwa setidaknya 33 warga menjadi syahid akibat serangan penjajah di seluruh Jalur Gaza.

"Setidaknya 33 warga Palestina (telah) gugur dalam serangan Israel di seluruh Jalur Gaza sejak fajar," kata sumber medis pada 21 Oktober 2024, dikutip SenayanPost.com dari The Cradle.

Baca Juga: Presiden AS Joe Biden 'Khawatir' Bocornya Rencana Israel Serang Iran

Di antara yang gugur adalah 18 warga Palestina yang tewas di kota utara Jabalia, salah satu lokasi utama kampanye Israel untuk mengosongkan Jalur Gaza utara dan mengubahnya menjadi zona militer.

Setidaknya tujuh warga Palestina tewas di tempat penampungan PBB yang menampung warga sipil terlantar di Jabalia pada hari Senin.

Sumber lainnya mengatakan quadcopter Israel yang dilengkapi dengan pengeras suara membunyikan perintah bagi keluarga di dalam tempat penampungan untuk mengungsi.

Sumber tersebut mengatakan artileri Israel menyerang sekelompok besar pengungsi yang berkumpul di luar tempat penampungan setelah perintah tersebut.

Setidaknya enam orang lainnya tewas saat warga sipil mengisi botol air di daerah Jabalia al-Balad, menurut kantor berita WAFA.

Baca Juga: Hamas Kecam Diamnya Dunia Internasional Terkait Operasi 'Rencana Jenderal' Israel di Gaza Utara

Beberapa orang juga tewas di kota selatan Khan Yunis akibat pemboman Israel terhadap tenda yang menampung orang-orang terlantar.

Sekitar 500 warga Palestina telah tewas sejak Israel memulai pengepungannya terhadap Jabalia dan Gaza utara awal bulan ini.

Jurnalis Al Jazeera Hind Khoudary melaporkan pada tanggal 20 Oktober bahwa tim pertahanan sipil masih berusaha untuk mengevakuasi puluhan jenazah dari bangunan tempat tinggal yang hancur di Beit Lahia dan Jabalia setelah serangan Israel menewaskan sedikitnya 80 warga Palestina pada malam sebelumnya.

Halaman:

Tags

Terkini