internasional

Tentara Cadangan Israel Protes, Desak Netanyahu Lakukan Pertukaran Tahanan dengan Hamas

Kamis, 17 Oktober 2024 | 14:50 WIB
Pihak militer Israel (IDF) mulai menghukum tentara cadangan yang membangkang dan menuntut pertukaran tahanan dengan Hamas. (Twitter.com/@IDF)

SENAYANPOST - Militer Israel (IDF) mulai menghukum tentara cadangan yang menolak bertugas belum lama ini.

Bukan tanpa alasan, tentara cadangan ini menuntut Tel Aviv untuk segera menyelesaikan pertukaran tahanan dengan Hamas di Jalur Gaza.

Sebagaimana diketahui, setidaknya ada 100 lebih warga Israel yang menjadi tahanan Hamas.

Hamas yang mewakili faksi Perlawanan Palestina menuntut pertukaran tahanan dengan syarat gencatan senjata permanen dan penarikan seluruhnya tentara penjajah di Jalur Gaza.

Baca Juga: Satu Tahun Lebih Genosida di Gaza, Kemanakah Otoritas Palestina?

Sayangnya, sampai saat ini negosiasi gencatan senjata belum ada perkembangan signifikan terutama karena Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menginginkan pembantaian ini terus berlanjut.

Surat kabar Israel, Haaretz melaporkan minggu lalu bahwa 130 prajurit cadangan menandatangani petisi yang menyatakan niat mereka untuk menolak bertugas.

"Penangguhan dimulai beberapa hari yang lalu dengan panggilan telepon ke semua prajurit cadangan yang menandatangani pernyataan tersebut," tulis laporan Haaretz pada 16 Oktober 2024, dikutip SenayanPost.com dari The Cradle.

Kelima penanda tangan tersebut bertugas aktif, termasuk satu orang yang bertugas di Gaza.

Seorang penanda tangan mengatakan kepada rekan-rekannya bahwa ia menyangkal menandatangani petisi tersebut ketika ditanya tentang hal itu oleh atasannya di ketentaraan, menurut laporan tersebut.

Baca Juga: AS Ultimatum Israel untuk Atasi Krisis Kemanusiaan di Gaza, Paman Sam Ancam Putus Pasokan Senjata

Yang lain mengatakan ia menerima panggilan 'ancaman', sementara yang ketiga mengatakan ia diberi 'teguran panjang' oleh komandan brigadenya, yang mengatakan kepadanya bahwa ketentaraan sedang mempertimbangkan apakah ia harus melanjutkan tugasnya.

"Saya ingin memberi tahu Anda bahwa angkatan darat memandang penggunaan tugas cadangan militer dengan sangat serius saat Anda terlibat dalam petisi dalam bentuk apa pun … Kami akan kesulitan memanggil siapa pun yang menandatangani petisi ini di masa mendatang," kata seorang komandan kepada Max Kresch, salah satu dari 64 prajurit cadangan yang menandatangani petisi dengan nama lengkap mereka.

Kresch menanggapi komandan tersebut dengan mengatakan bahwa ia akan 'kesulitan tetap berada di cadangan karena krisis kepercayaan yang mendalam'.

Halaman:

Tags

Terkini