internasional

Hubungan AS dan Israel Merenggang, Presiden Joe Biden Sempat Sebut Netanyahu 'Pembohong Besar'

Rabu, 9 Oktober 2024 | 14:15 WIB
Presiden Joe Biden sempat menyebut PM Israel Benjamin Netanyahu 'pembohong besar' dalam buku terbaru wartawan AS. (Twitter.com/@netanyahu)

SENAYANPOST - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menyebut Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu 'pembohong besar' di tengah pembantaian yang terus berlangsung di Gaza.

Ungkapan frustasi Joe Biden kepada Netanyahu tersebut terungkap dalam buku terbaru wartawan AS yang bernama Bob Woodward.

Biden diketahui menyebut Netanyahu sebagai pembohong besar setelah pasukan IDF memasuki Rafah.

Kemudian disusul oleh aksi Israel yang menewaskan seorang komandan tinggi Hizbullah.

Hubungan antara kedua pemimpin tersebut semakin tegang selama musim semi tahun 2024, menurut CNN, yang memperoleh salinan awal buku tersebut, berjudul "Perang".

Baca Juga: Fantastis! Bantuan Militer AS ke Israel Capai Rp278,5 Triliun

Menurut kutipan tersebut, sebagaimana dilansir SenayanPost.com dari Times of Israel selama panggilan telepon pada bulan April, Biden bertanya kepada Netanyahu: "Apa strategimu, Bung?"

Netanyahu mengatakan Israel harus memasuki Rafah, kota perbatasan Gaza-Mesir yang menurut IDF telah menjadi benteng terakhir Hamas di Gaza.

"Bibi, kamu tidak punya strategi," jawab Biden, menurut Woodward, yang juga menulis bahwa presiden AS mengatakan Netanyahu "tidak peduli" tentang Hamas dan "hanya tentang dirinya sendiri".

Pada bulan Mei, pasukan Israel memasuki Rafah dalam operasi terbatas yang berjalan lebih lancar daripada yang diperkirakan AS, dan mendapat tanggapan yang tidak terlalu keras setelah Gedung Putih memperingatkan tindakan tersebut selama berbulan-bulan.

Baca Juga: Satu Tahun Operasi Badai Al Aqsa, Pejuang Palestina Kirim Roket ke Israel

Hubungan antara Biden dan Netanyahu sangat tidak harmonis selama masa jabatan mereka.

Meskipun keduanya telah saling kenal selama beberapa dekade, Gedung Putih sangat kritis terhadap perdana menteri yang membentuk koalisi dengan tokoh-tokoh sayap kanan yang suka menghasut pada akhir tahun 2022, dan menyatakan keprihatinan yang mendalam tentang rencana perombakan peradilan pemerintah pada tahun 2023.

Biden menjadi presiden AS pertama dalam sejarah yang mengunjungi Israel selama masa perang, mendarat di Tel Aviv pada tanggal 18 Oktober 2023, dan menyatakan solidaritas yang mendalam dengan negara dan rakyatnya.

Halaman:

Tags

Terkini