SENAYANPOST - Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei menyebutkan bahwa negaranya sudah habis kesabaran setelah meluncurkan pembalasan ke Israel dalam khutbah salat Jumat.
Tidak biasanya Ali Khamenei menyampaikan khutbah salat Jumat kepada publik Iran.
Terlihat kerumunan warga Iran yang berkumpul di Teheran untuk mendengarkan khutbah sang pimpinan tertinggi negara itu.
Ini menandai pertama kalinya pemimpin tertinggi memimpin salat Jumat sejak pembunuhan AS terhadap komandan Pasukan Quds Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Qassem Soleimani pada tahun 2020.
Baca Juga: Bagaimana Israel Respons Serangan Iran? Ini Kata Pengamat
"Kesabaran strategis Iran telah berakhir," kata Khamenei menegaskan selama khotbah tersebut pada 4 Oktober 2024, dikutip SenayanPost.com dari The Cradle.
Ia menambahkan bahwa semua negara Muslim memiliki 'musuh yang sama' dan mendesak mereka untuk mengencangkan ikat pinggang pertahanan dari Afghanistan hingga Yaman, dari Iran hingga Gaza dan Lebanon.
"Setiap negara memiliki hak untuk membela diri," lanjutnya.
Khamenei seraya menambahkan bahwa tindakan Israel telah meningkatkan kemarahan Poros Perlawanan dan telah memperkuat tekadnya.
Pertemuan itu terjadi hanya tiga hari setelah serangan rudal balistik besar-besaran yang diluncurkan oleh Iran terhadap beberapa pangkalan militer sensitif di Israel.
Baca Juga: Citra Satelit Ungkap Kerusakan Pangkalan Udara Nevatim Israel Usai Dihantam Rudal Balistik Iran
Dampaknya terjadi di sejumlah lokasi strategis angkatan darat dan angkatan udara Israel.
Teheran menunda tanggapannya terhadap pembunuhan pemimpin Hamas Ismail Haniyeh oleh Israel di Teheran awal tahun ini untuk memberi kesempatan pada perundingan gencatan senjata Gaza.
Namun, Israel terus menghalangi perundingan dan bersikeras melanjutkan perang terhadap jalur yang terkepung itu.