SENAYANPOST – Pada Selasa 1 Oktober 2024 malam hari waktu Israel, Iran melancarkan serangan mendadak atas Israel dengan menembakkan sekitar 200 rudal yang mewarnai langit Israel.
Setelah serangan tersebut, Pemerintah Republik Islam Iran menyampaikan rilis resmi terkait serangan tersebut. Berikut rilis yang diterima oleh Senayan Post dari Kedutaan Besar Iran pada Rabu 2 Oktober 2024.
Setelah berbulan-bulan menahan diri, Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran akhirnya pada 02 Oktober 2024, dalam rangka menggunakan hak wajarnya untuk membela diri, sebagaimana diatur dalam Pasal 51 Piagam PBB, dan sebagai tanggapan terhadap tindakan agresif rezim Zionis Israel, termasuk pelanggaran terhadap kedaulatan dan integritas wilayah Republik Islam Iran serta syahidnya Kepala Biro Politik Hamas Ismail Haniyeh yang merupakan tamu resmi pemerintah Republik Islam Iran saat berada di Tehran ibukota Iran, serta syahidnya Sekretaris Jenderal Hizbullah Lebanon Sayyid Hassan Nasrallah dan Penasehat Militer Senior Iran Jenderal Nilforushan yang saat ini berada di Beirut ibukota Lebanon, dengan melancarkan serangkaian serangan rudal terhadap target dan fasilitas militer serta keamanan rezim Zionis Israel.
Penggunaan hak pembelaan diri oleh Republik Islam Iran, setelah menahan diri dalam waktu yang lama, menunjukkan pendekatan bertanggung jawab Iran terhadap perdamaian dan keamanan di kawasan regional dan internasional pada saat tindakan ilegal dan genosida oleh rezim apartheid pendudukan Zionis Israel terhadap rakyat Palestina dan agresi militer rezim ini terhadap Lebanon dan Suriah masih berlanjut.
Berlawanan dengan rezim Zionis yang selalu menganggap warga sipil yang tidak bersalah dan infrastruktur sipil sebagai target yang sah untuk penyerangan dan pembunuhan, Republik Islam Iran berdasarkan prinsip-prinsip moral dan ajaran suci Islam serta dengan mematuhi sepenuhnya prinsip perbedaan menurut hukum humaniter internasional, hanya menargetkan sasaran dan infrastruktur militer dan keamanan rezim Zionis Israel dalam serangan rudal defensifnya.
Republik Islam Iran menekankan tanggung jawab para pendukung dan penyedia keuangan serta senjata rezim Zionis Israel untuk menghentikan tindakan gila para pemimpin rezim ini dan memperingatkan terhadap masuknya pihak ketiga dalam perkembangan di kawasan Timur Tengah, serta meminta tindakan segera dan bermakna dari Dewan Keamanan PBB untuk mencegah kelanjutan ancaman terhadap perdamaian dan keamanan regional serta internasional oleh rezim Israel.
Apabila diperlukan, Republik Islam Iran siap dan tidak akan ragu untuk mengambil langkah-langkah pertahanan lebih lanjut guna melindungi kepentingan sahnya dan mempertahankan integritas teritorial serta kedaulatan Iran terhadap setiap tindakan agresi militer dan penggunaan kekuatan secara ilegal. (Muqoddas)