"Kalau mereka (AS) semua tahu, mereka semua yang buat," lanjutnya.
Bukan hanya saja mengetahui, tapi AS juga ikut mengeksekusi rencana tersebut.
Baca Juga: Kepala Biro Politik Hamas Ismail Haniyeh Dibunuh di Iran Akibat Serangan Udara Israel
"Bukan mereka yang tahu tapi mereka yang melakukan sesuatu itu," katanya.
"Hari ini hari Rabu, tanggal 31, Ismail Haniyeh meninggal bukan karena roket Israel tapi Amerika," tutupnya.
Sementara itu, Gerakan Hamas telah merilis pernyataan resmi terkait syahidnya Ismail Haniyeh.
"Gerakan Perlawanan Islam Hamas berduka cita atas meninggalnya rakyat Palestina yang agung, bangsa Arab dan Islam, dan semua orang merdeka di dunia: saudara, pemimpin, martir, Mujahid Ismail Haniyeh," bunyi pernyataan resmi Hamas pada 31 Juli 2024, dikutip dari Al Jazeera.
Baca Juga: Hari ke-297 Genosida, Perlawanan Palestina Lanjutkan Operasi Militer Hadang Tentara Israel di Gaza
Menurut keterangan Hamas, Ismail Haniyeh syahid akibat serangan udara yang dilancarkan oleh Israel penjajah.
Haniyeh ada di Teheran untuk menghadiri pelantikan presiden Iran yang baru, Masoud Pezeshkian.
"Pimpinan gerakan tersebut tewas dalam serangan berbahaya Zionis di kediamannya di Teheran, setelah berpartisipasi dalam upacara pelantikan presiden baru Iran," lanjutnya.
"Kita milik Tuhan dan kepada-Nya kita akan kembali. Dan itu adalah perjuangan, kemenangan atau kemartiran," tutup pernyataan resmi Hamas.***