Kondisi Emirat Islam Afghanistan yang tidak stabil atau kacau itulah yang dikehendaki oleh AS dengan harapan agar RRC terpancing untuk melakukan campur tangan di Afghanistan. Hal ini karena provinsi paling barat RRC yakni Xinjiang yang mayoritas penduduknya mayoritas muslim yang sebagian menuntut hak politik, sebagian wilayahnya berbatasan dengan Afghanistan Timur. Namun RRC tidak terpancing, barangkali karena mengambil pelajaran dari Rusia dan AS yang mengalami kekalahan di bumi Afghanistan.
Bagi Al Qaeda, Taliban pernah menjadi sekutunya ketika Afghanistan di bawah pemerintahan Presiden Burhanuddin Rabbani yang didukung oleh Amerika Serikat dan NATO. Dengan dukungan Al Qaeda, Taliban bisa mengalahkan rezim Burhanuddin Rabbani. Jadi jika sekarang Al Qaeda kembali ke Afghanistan, tentu saja Emirat Islam Afghanistan akan menyambut dengan tangan terbuka.
Tentu saja kembalinya Al Qaeda ke Afghanistan dan kemungkinan kerjasama dengan Emirat Islam Afghanistan bisa dicegah, jikalau dunia internasional mencabut isolasi terhadap Emirat Islam Afghanistan dan mengakui dengan menghormatinya sebagai negara berdaulat.