"Dalam 10 hari menghancurkan 100 kendaraan militer Israel di beberapa front di Gaza, selain menimbulkan korban jiwa yang membuat pihak pendudukan kehilangan puluhan tentara," terangnya.
Dia juga menjelaskan bahwa angka kematian dan luka-luka tentara Israel sengaja ditutup-tutupi pemerintah mereka.
Baca Juga: Israel Penjajah Terus Bombardir Gaza, Hamas Berikan Perlawanan Sengit
"Musuh membatasi pengumuman mengenai kekalahan mereka, sementara data Perlawanan mengenai pertempuran tersebut mengungkapkan bahwa jumlah korban 'jauh lebih besar' daripada apa yang diungkapkan oleh pendudukan Israel," bebernya.
Meskipun situasi di Gaza semakin sulit di mana perbatasan ditutup untuk sementara hingga menimbulkan bencana kelaparan, para pejuang terus dengan gigih melawan penjajah Israel yang brutal.
"Meskipun terjadi perang yang menyebabkan kelaparan, kehancuran, dan pembunuhan, Perlawanan kami, dan di belakangnya rakyat kami, tampil di depan musuh dari mana saja; para pejuang kami menghadapi musuh dengan momentum besar meledakkan gedung-gedung, bukaan terowongan, dan ladang ranjau," katanya.
Sebagai penutup, Abu Ubaidah memuji perlawanan dan rakyat Palestina yang, setelah 224 hari, masih berdiri tegak, berjuang dengan sengit dan berdiri teguh di hadapan Israel penjajah.***