internasional

205 Hari Genosida di Gaza, Dua Tawanan Hamas Ini Desak Netanyahu Setujui Negosiasi Gencatan Senjata

Minggu, 28 April 2024 | 19:35 WIB
Dua tawanan Hamas yang bernama Keith Siegel dan Omri Miran mendesak pemerintah Benjamin Netanyahu untuk selamatkan mereka di Gaza. (t.me/qassambrigades)

"Para pemimpin Nazi Anda tidak peduli dengan nasib anak-anak Anda yang ditawan atau perasaan mereka. Lakukan apa yang diperlukan sebelum terlambat," tulis pernyataan Hamas di akhir video tersebut.

Video tersebut tidak diberi tanggal, namun Miran mengatakan bahwa dia telah ditahan selama 202 hari dan Siegel menyebutkan hari libur Paskah, yang mengindikasikan bahwa klip tersebut kemungkinan besar direkam baru-baru ini.

Baca Juga: 200 Hari Genosida di Gaza, AS Sebut Hamas Ubah Tujuan Negosiasi Gencatan Senjata

Ayah Miran, Dani, bereaksi terhadap video tersebut pada Sabtu malam, berpidato di depan ribuan pengunjuk rasa di Lapangan Penyanderaan Tel Aviv selama unjuk rasa mingguan yang menyerukan kesepakatan penyanderaan.

"Saya berharap kesepakatan benar-benar terjadi sekarang," kata Dani pada 27 April 2024, dikutip SenayanPost.com dari Times of Israel.

"Seperti yang kuduga, dia memiliki janggut. Karena dia tidak punya apa-apa untuk dicukur," kata Dani tentang putranya.

"Saya melihat hal lain: Saya memeriksa setiap milimeter pada gambar. Saya melihat dia juga tidak menyikat giginya," lanjutnya.

Dani, yang telah menumbuhkan janggut sejak putranya diculik, bersumpah akan mencukur janggutnya bersama putranya ketika dia kembali.***

Halaman:

Tags

Terkini