Dr As’ad Said Ali
Mantan Wakil Kepala Badan Intelijen Negara
Serangan rudal Iran ke wilayah tepi Barat Sungai Yordan yang sejak 1967 diduduki oleh Israel menimbulkan ‘tanda tanya.’ Kenapa Iran melakukan hal itu ? Memang secara politik sejak era Shah Reza Pahlevi, Iran mendukung Palestina, tetapi Iran tidak pernah terlibat langsung dalam tiga perang perang Arab - Israel pada Perang 1956, Perang 1967 dan Perang 1973.
Casus beli (pemicu langsung) dari serangan rudal dan drone Iran ke Israel adalah serbuan Israel terhadap kantor perwakilan diplomatik Iran di Damaskus yang menewaskan 2 (dua) perwira tinggi dan 4 (empat) perwira menengah Iran yang sedang berkunjung ke Damaskus. Iran menganggap hal itu merupakan ‘tantangan yang harus di jawab’ karena Syria sejak 1999 merupakan sekutu strategisnya.
Oleh karena itu timbul ‘Tanda Tanya Besar,’ faktor apa yang melatar belakangi serbuan dahsyat yang baru pertama kali dilakukan oleh Iran. Jawaban dari pernyataan itu mungkin bisa terjawab dengan menelusuri sejauh mana kiprah kebijakan luar negeri Iran sejak menjelang lengsernya Raja Iran, Shah Reza Pahlevi ke tangan Ayatullah Akbar Khomeni pada April 1979 setelah revolusi Shiah dan sejak itu Iran berubah menjadi republik teokrasi.
Sejak Shah Reza Pahlevi, Iran (ketika itu pro Amerika Serikat / Barat ) merupakan kekuatan regional yang setara dengan Mesir (pro Uni Soviet / Rusia). Ketika itu Iran dijuluki sebagai “The Police of Persian Gulf” atau Penjaga Keamanan Teluk Persia. Setelah Ayatullah Khomeini berkuasa, Iran menolak hegemony AS dan USSR / Rusia. Kemudiaan Iran untuk menunjukkan kemandirian politiknya, melancarkan kebijakan ekspor revolusi Shiah melalui kedubesnya di seluruh dunia termasuk Indonesia.
Di Indonesia penyebaran Shiah tersebut relatif bisa dikendalikan oleh ormas Islam yang terlebih dahulu exist. Budaya nasional yang telah berakar kuat mampu meredam propaganda Shiah di Indonesia. Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah tetap kokoh, tetapi sejumlah budaya shiah diakomodasi masyarakat misalnya bangunan cungkup di kuburan dan upacara wafatnya Sayidina Hasan - Sayidina Husein. Shiah masuk ke Indonesia sejak abad XVIII di Aceh, tetapi komunitas Shiah relatip lambat berkembang; budaya yang dibawa Shiah terserap, tetapi aqidah kaum muslimin tidak terpengaruh.