internasional

Hamas Tuntut Penjajah Israel Ikuti Kesepakatan Gencatan Senjata di Gaza

Sabtu, 20 April 2024 | 15:21 WIB
Pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh mengatakan Palestina terbuka untuk negosiasi gencatan senjata di Gaza dengan Israel. (t.me/qassambrigades)

SENAYANPOST - Pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh menegaskan kepada mediator bahwa pihaknya siap untuk negosiasi gencatan senjata di Gaza dengan penjajah Israel.

Sebagaimana diketahui, operasi militer Badai Al Aqsa menuju 200 hari, belum ada tanda-tanda gencatan senjata antara Perlawanan Palestina dan penjajah Israel di Gaza.

Beberapa kali upaya negosiasi gencatan senjata antara Perlawanan Palestina dan penjajah Israel berakhir buntu.

Pihak Perlawanan Palestina yang diwakili oleh Hamas bersikeras agar penjajah Israel menarik mundur seluruh tentaranya dan aktivitas militer dari Jalur Gaza kemudian berbicara soal pertukaran tawanan.

Sementara itu, penjajah Israel enggan mengiyakan permintaan Perlawanan Palestina dan ingin langsung diadakan pertukaran tawanan dengan gencatan senjata bertahap.

Baca Juga: Dampak Perpecahan Gerakan Hamas

Sebagaimana dilansir SenayanPost.com dari IRNA, Hamas menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen terhadap gencatan senjata dan pertukaran tahanan selama penjajah Israel juga melakukan hal yang sama.

Disampaikan pada Jumat, 19 April 2024, Haniyeh mengatakan bahwa korban perang di Gaza adalah harga untuk kebebasan, pembebasan, dan kemerdekaan.

Dalam proposal gencatan senjata yang diajukan, 200 truk bantuan medis dan empat truk bahan bakar akan memasuki Jalur Gaza setiap hari.

Dalam laporan yang disampaikan oleh Wall Street Journal, para petinggi politik Hamas sedang menjajaki pemindahan basis operasi mereka keluar dari Qatar.

Laporan itu mengatakan Hamas baru-baru ini menghubungi dua negara regional untuk meminta para pemimpinnya tinggal di sana, salah satunya adalah Oman.

Baca Juga: Usai Dewan Keamanan PBB Loloskan Resolusi Gencatan Senjata di Gaza, Hamas Bakal Temui Pejabat Tinggi Iran

"Perundingan telah terhenti lagi dan hampir tidak ada tanda-tanda atau prospek untuk dilanjutkan dalam waktu dekat, dan ketidakpercayaan meningkat antara Hamas dan para perunding," kata seorang mediator Arab, dikutip SenayanPost.com dari Times of Israel pada 20 April 2024.

Mediator Arab lainnya memperingatkan kemungkinan perundingan dibatalkan sepenuhnya sangat nyata.

Halaman:

Tags

Terkini