SENAYANPOST - Kepala Biro Politik Hamas, Ismail Haniyeh akan bertolak ke Iran untuk menemuk para pejabat tinggi usai Dewan Keamanan PBB menyetujui resolusi gencatan senjata di Gaza, Palestina.
Rencananya, Ismail Haniyeh akan bertemu dengan Menteri Luar Negeri Iran, Hossein Amirabdollahian.
Diperkirakan Hamas dan Iran akan membicarakan seputar gencatan senjata di Gaza yang rencananya akan berlangsung selama bulan Ramadhan.
Sebagaimana dilansir SenayanPost.com dari Al Mayadeen English, sebelumnya Haniyeh dan Menlu Iran sudah bertemu pada 22 Maret lalu.
Baca Juga: Temui Jalan Buntu, Israel Penjajah Tolak Usulan Gencatan Senjata dari Hamas
Keduanya membahas perkembangan terkini situasi di Palestina dan Gaza yang diduduki melalui panggilan telepon pada tanggal 22 Maret.
Pada saat itu, Amirabdollahian mengatakan kepada Haniyeh bahwa dunia telah menyadari sepenuhnya bahwa pemimpin pemerintahan pendudukan, Benjamin Netanyahu, telah mencapai akhir dan mengambil langkah terakhirnya untuk bertahan hidup.
Dia menambahkan selama percakapan telepon tersebut bahwa entitas pendudukan Israel terlibat dalam rawa Gaza, dan menekankan bahwa hal ini tercapai berkat ketabahan rakyat dan Perlawanan di Gaza.
Sementara itu, Haniyeh menyatakan bahwa pendudukan menghalangi perjanjian pertukaran tawanan dan penghentian genosida di Gaza.
Baca Juga: Mulai Melunak, Israel Penjajah Beri Sinyal ke Hamas soal Pengungsi untuk Kembali ke Gaza Utara
Dia menekankan bahwa situasi kemanusiaan telah menjadi sangat buruk di Jalur Gaza utara.
Haniyeh meminta masyarakat internasional segera memberikan bantuan kepada warga Gaza.
Kunjungan mendatang ini akan menandai kunjungan kedua Haniyeh ke Iran sejak dimulainya genosida Israel terhadap warga Palestina di Gaza pada 7 Oktober.
Haniyeh dan Amirabdollahian bertemu pada Februari tahun lalu di ibu kota Qatar, Doha, sebagai bagian dari kunjungan konsultasi regional menteri Iran.***