internasional

Menlu AS Kembali ke Timur Tengah, Ingin Hamas Tidak Pimpin Pemerintahan di Gaza Usai Perang

Selasa, 19 Maret 2024 | 18:13 WIB
Menlu Antony Blinken mengatakan bahwa AS ingin Hamas tidak memerintah kembali Gaza usai perang melawan penjajah Israel. (Twitter.com/@SecBlinken)

SENAYANPOST - Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken dijadwalkan akan kembali ke Timur Tengah membahas rencana pascaperang di Gaza.

Dalam salah satu pembicaraannya, AS ingin Hamas tidak lagi menjadi bagian dari pemerintahan di Gaza usai perang berdarah melawan Israel penjajah.

Selain itu, AS juga mendesak agar bantuan kemanusiaan yang masuk ke Gaza lebih banyak lagi dan upaya gencatan senjata.

Blinken juga kabarnya akan membahas jalan politik bagi rakyat Palestina dengan jaminan keamanan dengan Israel, dan kerangka perdamaian dan keamanan abadi di kawasan tersebut.

Rencana ini disampaikan langsung oleh juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Matthew Miller pada Selasa, 19 Maret 2024.

Baca Juga: Fatah Kritik Hamas soal Operasi Militer Badai Al Aqsa 7 Oktober 2023 di Gaza

"Menteri akan membahas upaya untuk segera mencapai kesepakatan gencatan senjata yang menjamin pembebasan seluruh sandera yang tersisa, mengintensifkan upaya internasional untuk meningkatkan bantuan kemanusiaan ke Gaza, dan koordinasi mengenai perencanaan pasca-konflik di Gaza, termasuk memastikan Hamas tidak dapat lagi memerintah atau mengulangi konflik di Gaza seperti serangan 7 Oktober," kata Matthew Miller, sebagaimana dikutip SenayanPost.com dari Al Mayadeen English.

Pernyataan itu menambahkan bahwa Blinken juga akan menangani operasi Yaman di Laut Merah dan Teluk Aden.

Hal ini terjadi sehari setelah Kepala Mossad Israel, David Barnea, dijadwalkan bertemu dengan Perdana Menteri Qatar, Mohammad bin Abdulrahman Al Thani, dan utusan senior Mesir.

Upaya sebelumnya untuk mencapai kesepakatan pertukaran tahanan dan gencatan senjata gagal karena pendudukan Israel menolak mengakhiri perang dan tuntutan lain yang diberikan oleh Perlawanan.

Sebelumnya, pada tanggal 15 Maret, Gerakan Perlawanan Islam, Hamas mengumumkan bahwa mereka telah menyampaikan kepada mediator di Qatar dan Mesir visi komprehensif mengenai pendiriannya dalam menghentikan agresi di Jalur Gaza dan masalah pertukaran tahanan dengan pendudukan Israel.

Baca Juga: Hamas Kirim Rincian Proposal Terbaru Gencatan Senjata di Gaza, Israel Penjajah Tolak Mentah-mentah

Gerakan ini menekankan dalam sebuah pernyataan bahwa hal ini terjadi sebagai bagian dari tindak lanjut perundingan melalui perantara untuk menghentikan agresi Israel, memberikan pertolongan dan bantuan kepada rakyat Palestina di Gaza, memfasilitasi kembalinya para pengungsi ke rumah mereka, menyelesaikan masalah kemanusiaan, dan penarikan pasukan pendudukan dari Jalur Gaza.

Dalam pernyataannya, mereka menekankan bahwa visi mereka didasarkan pada prinsip-prinsip dan landasan ini, yang mereka anggap penting untuk setiap perjanjian, dan bahwa mereka akan tetap berkomitmen terhadap hak-hak dan keprihatinan rakyat Palestina.***

Tags

Terkini