Oleh: Dr. K.H. Amidhan Shaberah,
Ketua MUI 1995-2015 dan Komnas HAM 2002-2007
SENAYANPOST - Inilah latar belakang kenapa Aaron Bushnell melakukan aksi bakar diri hingga tewas.
Sejak meletusnya perang, 7 Oktober 2023, tujuh bulan sudah Israel membombardir Palestina. Hingga akhir Februari 2024, lebih dari 30 ribu warga Palestina tewas, 500 ribu luka-luka, dan ribuan fasilitas umum hancur, termasuk sekolah dan rumah sakit. Sebagian besar korban tewas dan luka-luka adalah warga sipil, terutama wanita dan anak-anak.
Perlakuan tentara Israel terhadap warga Palestina, dianggap sudah merupakan genosida, atau pemusnahan etinis.
Sejumlah negara seperti Afrika Selatan, Bolivia, Chili, dan Turki telah melaporkan Israel ke Mahkamah Internasional di Den Haag, Belanda.
Baca Juga: Hubungan Gelap Ikhwanul Muslimin dan Amerika Serikat
Tapi keputusan Mahkamah Internasional yang menyuruh Israel menghentikan serangan kepada Palestina, dan memberikan kompensasi atas perlakuannya terhadap warga Gaza dan Tepi Barat, tidak dihiraukan Tel Aviv.
Gedung Putih, justru mendukung tindakan keras Israel terhadap Palestina tadi. Betulkah dukungan Presiden AS Joe Biden terhadap Israel merupakan cermin keinginan rakyatnya? Ternyata tidak.
Tak semua rakyat Amerika, bahkan militer sekali pun, mendukung keputusan Gedung Putih yang selalu Pro-Israel. Salah seorang di antaranya, Aaron Bushnell, seorang personel Angkatan Udara Amerika Serikat (AS).
Aaron Bushnell memprotes kebijakan negaranya yang selalu mendukung Israel, dengan cara yang menggegerkan dunia, bakar diri hingga tewas, Minggu 25 Februari 2024.
Baca Juga: Hari ke-147 Perang, Abu Ubaidah Umumkan Tewasnya 7 Warga Israel yang Jadi Tawanan Hamas
Menariknya aksi bakar diri Aaron Bushnell itu, dilakukan di halaman depan Kedutaan Besar Israel di Washington DC.
Dan aksi Aaron Bushnell ini langsung viral, mengejutkan dunia. Lalu, siapa Aaron Bushnell? Aaron Bushnell adalah seorang prajurit AS.
Ia bertugas di Angkatan Udara Amerika Serikat selama hampir empat tahun. Profil LinkedIn-nya menunjukkan bahwa dia lulus dari pelatihan dasar militer dengan nilai terbaik di kelasnya.