internasional

Hari ke-127 Perang, Jihad Islam Palestina Sebut PM Israel Benjamin Netanyahu Hanya Punya Dua Pilihan

Sabtu, 10 Februari 2024 | 17:21 WIB
Perwakilan Jihad Islam Palestina menyebut PM Israel Benjamin Netanyahu hanya punya dua pilihan usai tolak proposal gencatan senjata. (Twitter.com/@netanyahu)

"Saudara-saudara Arab harus memberikan tekanan politik pada Amerika Serikat dan Israel untuk menyuarakan ketidakpuasan mereka," tegasnya.

"Jika Gaza runtuh, mereka semua akan runtuh," lanjutnya.

Lebih lanjut, ia menunjukkan bahwa AS mengizinkan Netanyahu untuk melakukan serangan ke kota Rafah, yang terletak di selatan Jalur Gaza, dan menunjukkan bahwa masalah Amerika 'terletak pada masalah warga sipil'.

Mengenai front Lebanon, Abu Shaheen mengatakan bahwa Israel mengirim pesan ke Lebanon dengan menggunakan api untuk menghalangi perlawanan.

Sedangkan bagi Iran, ia menegaskan Menlu Iran berupaya keras melalui upaya diplomasi untuk menghentikan agresi terhadap Jalur Gaza.

Baca Juga: 125 Hari Perang, PM Palestina Mohammad Shtayyeh: Kami Ingin Penarikan Penuh Tentara Israel dari Gaza

Israel Tolak Gencatan Senjata dari Perlawanan Palestina

Hal ini terjadi setelah pendudukan Israel pada hari Kamis menolak proposal gencatan senjata yang dibuat oleh Hamas beberapa hari sebelumnya, yang mengharuskan pembebasan semua tawanan Israel dan penghentian permusuhan di Gaza dalam tiga tahap.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, penjajah Israel mengatakan kepada mediator Qatar dan Mesir bahwa mereka menolak proposal gencatan senjata, namun masih terbuka untuk perundingan berdasarkan proposal awal yang dibahas pada akhir Januari.

Tanggapan pendudukan Israel, yaitu fakta bahwa mereka masih terbuka untuk melakukan perundingan, bertentangan dengan apa yang dikatakan oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan sejumlah menteri pemerintahan sayap kanan bahwa tidak akan ada gencatan senjata tanpa penghancuran gerakan Perlawanan Hamas.

Baca Juga: Menlu AS Antony Blinken Kembali ke Timur Tengah, Warga Palestina Minta Gencatan Senjata Sebelum Israel Gempur Rafah

Tanggapan tersebut juga mengatakan bahwa mereka tidak akan menyetujui permintaan penarikan sepenuhnya dari Gaza, terutama jika mereka menarik pasukannya dari 'koridor' yang membelah Gaza menjadi dua dan mengisolasi wilayah selatan dari utara.

Hal ini akan melarang warga sipil yang kehilangan tempat tinggal untuk kembali ke Gaza utara selama tahap pertama implementasi perjanjian tersebut.***

Halaman:

Tags

Terkini