Menurut Rajab, keluarga dan Hind sedang melakukan panggilan tiga arah ke PRCS.
Dia ingat bahwa Hind mengatakan dia kesakitan, dan lengan, kaki, dan punggungnya terluka.
Rajab mencoba meyakinkannya bahwa ambulans ada di dekatnya.
PRCS merilis rekaman audio dari panggilan telepon tersebut, yang mana permohonan terakhirnya terdengar di tengah gemuruh tembakan.
"Aku takut gelap, tangkap aku," katanya.
Baca Juga: Netanyahu Ogah Bebaskan Ribuan Warga Palestina atau Tarik Tentara IDF dari Gaza
Menurut Rajab, Hind berkata: "Jangan tinggalkan aku, aku kedinginan, lapar, dan takut," katanya.
PRCS mengatakan mereka berada 15 menit jauhnya dan mereka sedang mencarinya, tapi kemudian sambungan terputus.
Gadis Kecil Hadapi Tentara
Rana al-Faqeh, petugas operator PRCS yang terus menelepon Rajab selama tiga jam, mengatakan kepada Reuters bahwa dia merasa 'lumpuh' selama panggilan tersebut.
"Saya bilang padanya kalau malam tiba, dan kami masih belum bisa mengirimkan tim, cobalah menutup matanya dan berpura-pura sedang bermain petak umpet. Tutup matanya dan mulai menghitung," ujarnya.
"Saya terus mengatakan pada diri sendiri bahwa dia masih hidup. Hind baru berusia lima tahun. Dia sangat pintar, semua guru dan teman-temannya mencintainya," Rajab sambil menangis.
Nenek Rajab dan Hind telah meminta organisasi internasional dan kelompok hak asasi manusia untuk menemukan Hind.
"Hind lelah. Tolong selamatkan dia, dia adalah gadis kecil yang menghadapi tentara," kata Rajab.