SENAYANPOST - Hamas dan Jihad Islam Palestina (PIJ) baru-baru ini menanggapi rencana gencatan dengan Israel dalam sebuah wawancara di televisi swasta Lebanon.
Departemen Hubungan Nasional Luar Negeri Hamas mengatakan bahwa rencana gencatan senjata sedang dibicarakan secara internal dan eksternal dengan faksi Perlawanan Palestina lainnya.
Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Departemen, Ali Baraka menanggapi rencana gencatan tersebut.
Sebagai tambahan informasi, negosiasi gencatan senjata antara Palestina dan Israel sedang intensif dibicarakan antara kedua belah pihak.
Ali Baraka mengatakan bahwa Hamas dan faksi Perlawanan lainnya sedang mempelajari proposal tersebut.
Baca Juga: Gegara Tampil Stylish Hadapi Tank Israel, Mujahidin Brigade Al Qassam Ini Viral di Medsos
Baraka juga menegaskan bahwa mereka meminta gencatan senjata, pembukaan penyeberangan Rafah, dan komitmen internasional untuk membangun kembali Jalur Gaza.
Juga pembebasan ribuan warga Palestina yang ditahan di penjara-penjara Israel.
"Persyaratan kami mencakup gencatan senjata, pembukaan penyeberangan Rafah, komitmen internasional Arab untuk membangun kembali [Jalur Gaza], dan pembebasan tahanan atas dasar semua untuk semua," kata Ali Baraka pada 1 Februari 2024, dikutip SenayanPost.com dari Al Mayadeen English.
Patut dicatat bahwa istilah 'semua untuk semua' mengacu pada pembebasan tahanan Palestina dari penjara-penjara Israel, sebagai imbalan atas pembebasan tawanan Israel yang ditahan oleh Perlawanan di Gaza.
Ia juga mengatakan tanggapan tersebut, yang akan disampaikan kepada mediator Mesir oleh kepala Biro Politik Hamas, Ismail Haniyeh, akan mewakili semua faksi Perlawanan Palestina dan bukan hanya Hamas.
Baca Juga: Tentara Zionis Israel Terus Bombardir Palestina di Gaza, Hamas Kirim Rentetan Roket ke Tel Aviv
Isi Dokumen Paris
"Rencana yang diusulkan terdiri dari tiga tahap untuk narapidana, tahap pertama adalah 45 hari untuk warga sipil, tahap kedua untuk personel militer tanpa menentukan jangka waktu, dan tahap ketiga adalah untuk pertukaran jenazah antara kedua belah pihak, juga tanpa menentukan jangka waktu," kata Baraka, mengungkap isi dokumen proposal gencatan senjata di Paris baru-baru ini.