"Saya juga mengatakan bahwa ke mana Palestina harus mengadu jika kita PBB selama berpuluh-puluh tahun gagal menjalankan resolusi yang dibuatnya sendiri," tegasnya.
"Sementara Israel membunuh rakyat Palestina tanpa dihukum," tambahnya.
Oleh karena itu, Indonesia mendesak agar Dewan Keamanan PBB segera mengambil tindakan di Gaza dan Tepi Barat.
Diketahui, perang dan genosida berlangsung selama 110 hari terhitung sejak 7 Oktober 2023.
"Sekali lagi saya mendesak anggota Dewan Keamanan untuk segera menghentikan ketakutan yang setiap hari dihadapi oleh warga Palestina, di Gaza dan juga Tepi Barat," ucapnya.
Baca Juga: Hasil Pertemuan Jokowi dan Joe Biden soal Israel dan Palestina, Menlu Retno Sampaikan 3 Hal Ini
Retno juga menyampaikan satire kepada Dewan Keamanan apakah 25 ribu lebih warga Palestina masih kurang cukup untuk menghentikan kekejaman Israel.
"Saya juga bertanya kepada Dewan Keamanan PBB apakah lebih dari 25.000 nyawa yang telah melayang ditambah semakin banyaknya yang sekarat karena kelaparan dan kedinginan, termasuk bayi dan anak-anak masih terlalu sedikit untuk segera bertindak?" tanya Retno.
Semua negara termasuk Israel wajib untuk menghormati hukum humaniter.
"Saya tekankan, semua dari kita memiliki tanggung jawab untuk menghormati hukum humaniter internasional tanpa terkecuali termasuk situasi di Gaza," tandasnya.***