Akibatnya, masyarakat ramai-ramai turun ke jalan dan memblokir akses transportasi. Kondisi ini menyebabkan kelumpuhan di berbagai sektor ekonomi di Prancis selama beberapa hari.
Demo rompi kuning tidak hanya merugikan sektor ekonomi, tapi juga memakam korban. TV France 24, pada Januari 2019, memberitakan bahwa demo rompi kuning menyebabkan 11 orang tewas dan ribuan lainnya luka-luka.
Sebagian besar korban berasal dari kalangan demonstran dan polisi. Ratusan Orang ditangkap di Paris. dalam demo rompi kuning di Paris tersebut.
Lalu apa kaitannya dengan Greenflation seperti diungkap Gibran pada debat capres?
Greenflation adalah istilah yang relatif baru yang berasal dari penyatuan dua kata dalam bahasa Inggris, yaitu green dan inflation. Secara linguistik, greenflation berarti inflasi hijau.
Baca Juga: Presiden Erdogan Kecam Keras Israel, Nilai Perdagangan Turki dan Negara Zionis Justru Alami Hal Ini
Makna greenflation, tentu saja, tidak sesimpel gabungan kata hijau dan inflasi. Kedua kata itu, masing-masing sudah akrab di telinga.
Tapi bila kedua kata itu digabungkan, maknanya sangat komprehensif. Meliputi berbagai pengertian dalam diksi gerakan lingkungan hidup dan inflasi dalam dunia finansial.
Secara sederhana, mengikuti pengertian Philonomist, istilah greenflation maknanya adalah peristiwa kenaikan harga bahan mentah dan energi akibat dari transisi produk perusak lingkungan menjadi ramah lingkungan.
Contoh sederhana, misalnya, transisi dari botol plastik menjadi botol kaca. Botol kaca harganya lebih mahal dari botol plastik.
Identik dengan Greenflation adalah greeflation, atau inflasi serakah. Greedflation adalah istilah untuk menyebut kenaikan harga-harga ke tingkat yang terlalu tinggi untuk meningkatkan keuntungan suatu pihak.
Kedua istilah ini sering digunakan berdampingan untuk memprotes atau mengkritik kebijakan menaikan harga barang dengan tidak masuk akal.
Bedanya, greenflation untuk kepentingan penyelamatan bumi (save the world), greedflatin untuk kepentingan homo economicus yang serakah.
Demo rompi kuning di Prancis terjadi karena masyarakat memprotes kebijakan kenaikan harga BBM. Kenaikan tersebut terjadi karena Pemerintah Prancis menaikan pajak bahan bakar hingga 0.029 euro per liter. Alasannya, seperti diberitakan TV 24, untuk menekan ketergantungan Prancis terhadap bahan bakar fosil (BBM).
Baca Juga: Intelijen AS Ungkap Perkiraan Jumlah Korban di Pihak Hamas Selama Perang dengan Israel