internasional

100 Hari Genosida Israel di Gaza, Abu Ubaidah Juru Bicara Brigade Al Qassam Sebut Ratusan Perwira IDF Tewas!

Senin, 15 Januari 2024 | 12:11 WIB
Juru bicara Brigade Al Qassam, Abu Ubaidah menyampaikan kabar operasi Badai Al Aqsa setelah 100 hari genosida Israel di Gaza. (Dokumentasi Brigade Al Qassam)

Dalam video pidato juru bicara militer Brigade Al Qassam Abu Ubaidah mengatakan bahwa brigade tersebut menargetkan dan memindahkan 1.000 kendaraan militer musuh selama 100 hari agresi.

Kemudian sayap militer Hamas itu menimbulkan, dan masih menimbulkan, kerugian besar pada pendudukan yang melebihi kerugian yang mereka timbulkan pada tanggal 7 Oktober.

"Sebagian besar amunisi dan senjata yang kami gunakan untuk menyerang musuh berasal dari industri militer Brigade Al Qassam," tegasnya.

Baca Juga: Nonton Anime One Piece Episode 1090 Sub Indo, Luffy cs Terdampar di Pulau Misterius!

Ia menekankan bahwa Pertempuran Banjir Al Aqsa adalah pertempuran di tanah air Palestina di mana rakyat dan perjuangan perlawanan dalam satu tempat.

Abu Ubaidah juga menambahkan bahwa para mereka terus berjuang meskipun ada perbedaan kekuatan yang cukup besar antara pasukan pejuang dan tentara IDF.

Terkait dengan para tawanan, juru bicara juga menekankan bahwa tidak akan ada pembicaraan sebelum agresi Israel berhenti total.

"Pembicaraan apa pun selain menghentikan agresi terhadap rakyat Palestina tidak ada nilainya," ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa pendudukan gagal mencapai tujuannya, atau membebaskan tahanan mana pun yang ditahan oleh kelompok perlawanan menjadi tidak diketahui selama beberapa minggu terakhir.

Tidak hanya itu, Abu Ubaidah menyebut banyak tahanan yang kemungkinan besar terbunuh, dan Israel bertanggung jawab atas nasib mereka.

Baca Juga: Brigade Al Qassam Hamas Rilis Video Warga Israel yang Ditawan 2014: Masih Ingatkah Mereka?

Kemudian Abu Ubaidah juga menyampaikan apresiasi kepada pasukan Lebanon, Yaman, dan Irak yang juga mendukung perjuangan rakyat Palestina.

"Salam kepada perlawanan di Lebanon, Yaman dan Irak, dan mencatat bahwa perlawanan di Gaza telah menerima pesan dari pihak-pihak ini untuk memperluas operasinya dalam beberapa hari mendatang seiring dengan berlanjutnya agresi terhadap Gaza," ujarnya.

"Adalah kewajiban jihadis dan agama kita untuk memberi tahu dua miliar Muslim di dunia bahwa musuh Zionis, dalam waktu 100 hari, menghancurkan sebagian besar masjid di dunia. Jalur Gaza, dan mencegah azan dan salat dalam perang agama yang jelas, agar mereka mengetahui hakikat konflik dan latar belakangnya," katanya.

"Dan keimanan yang paling lemah adalah bagi orang yang tidak mampu mendukung darah orang yang tidak bersalah untuk mendukung agama. kepada Tuhan, melalui salat dan ketaatan, seperti iman yang paling lemah, di semua masjid di dunia," tandasnya.

Halaman:

Tags

Terkini