internasional

Benjamin Netanyahu Keukeuh Lanjutkan Perang hingga Warga Gaza 'Deportasi', Hamas: Ini Rencana Konyol

Selasa, 26 Desember 2023 | 19:36 WIB
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu bersikeras untuk lanjutkan perang di Gaza, begini respon dari Hamas. (Twitter.com/@IsraeliPM)

Baca Juga: Memahami Program Makan Gratis untuk Pelajar Dari PAGI (Prabowo-Gibran)

Jika kurang dari itu maka akan terjadi lebih banyak perang dan lebih banyak pertumpahan darah.

Netanyahu berpendapat bahwa komunitas internasional harus menyalahkan Hamas atas banyaknya korban sipil dalam perang saat ini, karena kelompok teror Palestina menggunakan penduduk Gaza dan fasilitas kesehatan sebagai tameng manusia.

"Israel melakukan yang terbaik untuk meminimalkan korban sipil," tulis Netanyahu pada 26 Desember 2023, dikutip SenayanPost.com dari Times of Israel.

Kedua, Netanyahu mengatakan Israel juga harus memastikan bahwa Gaza tidak pernah lagi digunakan sebagai basis untuk menyerang negara tersebut.

Baca Juga: Jelang Tahun Baru 2024, Ini Rangkaian Acara Malam Muda Mudi Jakarta Kota Global

"Hal ini antara lain memerlukan pembentukan zona keamanan sementara di sekeliling Gaza dan mekanisme inspeksi di perbatasan antara Gaza dan Mesir yang memenuhi kebutuhan keamanan Israel dan mencegah penyelundupan senjata ke wilayah tersebut," lanjut Netanyahu.

Sejauh ini, pasukan militer Israel telah memaksa sekitar 2 juta warga Gaza mengungsi ke selatan dan terus mendekati perbatasan Palestina dan Mesir.

Netanyahu juga meminta kepada negara-negara Arab untuk menerima para pengungsi Gaza yang terus-menerus dibombardir tentara IDF.

Menanggapi ambisi Netanyahu, Hamas juga telah mengeluarkan pernyataan resmi baru-baru ini.

"Apa yang dinyatakan oleh penjahat perang Netanyahu tentang upayanya dengan negara-negara untuk meloloskan rencana 'imigrasi sukarela' bagi rakyat Palestina dari Jalur Gaza adalah rencana konyol dan upaya untuk memasarkan ilusi untuk memperpanjang agresi setelah ia dan tentara Nazi gagal untuk mencapai tujuan mereka, berpikir bahwa ia dapat melepaskan diri dari hak untuk menghentikan agresi dan perang genosida," tulis pernyataan resmi Hamas lewat akun Telegram resminya.

Baca Juga: BREAKING NEWS: Eks Gubernur Papua Lukas Enembe Meninggal Dunia

"Rakyat Palestina kami, yang ditempatkan di sana, menegaskan posisi tegas mereka dengan menolak deportasi dan pengungsian, dan bahwa tidak ada imigrasi dan pilihan selain tetap tinggal di tanah kami, dan tidak akan membiarkan musuh aneh ini menyusup ke tanah kami untuk meloloskan rencana apa pun yang melenyapkan tujuan kami atau menghilangkan orang-orang kami dari tanah dan tempat suci mereka," lanjut pernyataan tersebut.***

Halaman:

Tags

Terkini