SENAYANPOST - Presiden Iran, Ebrahim Raisi meminta agar Amerika Serikat (AS) dan Israel diadili atas kejahatan terhadap kemanusiaan buntut penyerangan negara Zionis ke Gaza, Palestina.
Hal tersebut disampaikan Presiden Raisi pada Sabtu lalu di acara Konferensi Internasional Teheran tentang Palestina.
Pertemuan tersebut mengundang para pemimpin global, intelektual, dan aktivis media untuk membahas agresi Israel ke Gaza baru-baru ini.
Dalam kesempatan itu, Raisi menegaskan bahwa perjuangan Palestina bukan hanya berarti bagi dunia Islam tapi penting untuk umat manusia.
Baca Juga: Suasana Natal di Kota Bethlehem Beda dari Biasanya, Warga: Tidak Ada Kegembiraan di Hati Kami
Raisi juga menyoroti dukungan yang tidak beralasan AS dan negara-negara Barat tertentu atas kejahatan genosida yang dilakukan Israel.
Menurutnya, wajah asli AS dan negara-negara Barat telah terungkap seluruhnya.
"Selama konflik Gaza, wajah sebenarnya Amerika Serikat dan banyak negara Barat telah terungkap. Mereka bukan pendukung perdamaian melainkan salah satu pihak yang berperang," kata Ebrahim Raisi pada 23 Desember 2023, dikutip SenayanPost.com dari IRNA.
Raisi juga menyoroti setiap kali AS memveto resolusi gencatan senjata antara Israel dan Palestina.
Baca Juga: Joe Biden Ungkap Pembicaraan dengan Benjamin Netanyahu, Minta Gencatan Senjata?
Meskipun Dewan Keamanan PBB sudah menyetujui resolusi untuk bantuan kemanusiaan, penjajah Israel masih belum berhenti membombardir Gaza.
"Mereka telah memveto setiap resolusi yang diusulkan untuk gencatan senjata di PBB. Mereka memberi rezim Zionis akses penuh terhadap sumber daya militer, keuangan, dan keamanan mereka," lanjutnya.
Presiden Iran lebih lanjut mengkritik ketidakefisienan organisasi internasional dan badan hak asasi manusia dalam menghadapi tragedi yang terjadi di Gaza.
Ia juga menyalahkan 'tatanan global yang tidak adil' karena membiarkan kejahatan keji terhadap kemanusiaan terus berlanjut.