SENAYANPOST - Juru bicara sayap militer Hamas Brigade Al Qassam, Abu Ubaidah akhirnya menyampaikan keterangan pers pada 10 Desember 2023 terkait agresi Israel ke Gaza.
Abu Ubaidah memastikan ribuan tentara Israel berjatuhan dalam peperangan di Gaza di dua bulan terakhir ini.
Tidak hanya itu, Abu Ubaidah juga menerangkan bahwa Brigade Al Qassam akan terus melakukan perlawanan terhadap tentara zionis Israel.
"Setelah 65 hari sejak dimulainya Perang Badai Al Aqsa, pada 7 Oktober yang mulia dan setelah pertempuran baru sejak berakhirnya gencatan senjata sementara yang terjadi 10 hari yang lalu," kata Abu Ubaidah pada 10 Desember 2023, dikutip SenayanPost.com dari akun Telegram resmi Brigade Al Qassam.
"Di mana sekelompok tawanan dan tahanan Israel yang kami miliki ditukarkan dengan pembebasan ratusan tahanan anak-anak dan perempuan dari penjara Israel," tambahnya.
Setelah gencatan senjata, Israel diketahui meningkatkan agresinya ke wilayah Gaza.
"Musuh zionis Nazi yang penuh kebencian masih saja terus melanjutkan agresinya yang biadab terhadap rakyat kami," lanjutnya.
"Menargetkan 'balas dendam buta' terhadap warga sipil, terutama anak-anak dan perempuan, penghancuran infrastruktur, perumahan, rumah sakit, dan lembaga-lembaga sipil," tambahnya.
Abu Ubaidah juga menyindir tentara Israel yang hanya berani menyerang anak-anak, wanita, dan lansia.
Baca Juga: PBB Ketok Palu soal Gencatan Senjata di Gaza, 10 Negara Ini Justru Menentang
"Dan terus melancarkan penghancuran dalam kejahatan orang yang biadab dan keji. Dan hanya itulah satu-satunya pencapaian mereka," ujarnya.
Juru bicara Brigade Al Qassam juga menyebut tentara Israel pengecut.