"Kami mengambil diri kami sendiri, anak cucu dan menantu perempuan dan kami melarikan diri. Saya dapat mengatakan bahwa kami menjadi pengungsi. Kami tidak memiliki keselamatan atau keamanan. Kehidupan apa ini? Ini bukan kehidupan,”"salah seorang warga, Salah Hanouneh (73) dikutip SenayanPost.com dari Reuters.
Di wilayah selatan Israel, lokasi serangan Hamas, kepala juru bicara militer Israel mengatakan pasukan telah memulihkan kendali atas komunitas-komunitas di dalam wilayah Israel yang telah dikuasai, namun bentrokan terisolasi terus berlanjut karena beberapa pria bersenjata masih aktif.
Baca Juga: Kronologi Happy Asmara Kesurupan di Atas Panggung, Sebelumnya Taruh Semangka di Rumah Kosong
Pengumuman bahwa 300.000 pasukan cadangan telah diaktifkan hanya dalam dua hari menambah spekulasi bahwa Israel mungkin sedang mempertimbangkan serangan darat ke Gaza, wilayah yang ditinggalkannya hampir dua dekade lalu.***