SENAYANPOST - Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) JD Vance buka suara soal kemungkinan serangan militer Washington terhadap Teheran.
Hal tersebut disampaikan oleh JD Vance usai perundingan putaran ketiga antara AS dan Iran tentang nuklir yang berlangsung di Jenewa, Swiss.
Wapres AS itu meyakini bahwa potensi serangan AS terhadap Iran tidak akan mengakibatkan konflik berkepanjangan di Timur Tengah.
"Gagasan bahwa kita akan berada dalam perang Timur Tengah selama bertahun-tahun tanpa akhir yang terlihat, tidak ada kemungkinan itu akan terjadi," katanya kepada Washington Post dalam sebuah wawancara pada 26 Februari 2026, dikutip SenayanPost.com dari TASS News Agency.
Baca Juga: Iran Tolak Akhiri Pengayaan Uranium, Sebut Batasi Kemampuan Rudal di Bawah 2.000 km
Vance mengatakan ia tidak tahu apa yang akan diputuskan Presiden AS Donald Trump tentang Iran, menggambarkan kemungkinan yang mencakup serangan militer 'untuk memastikan Iran tidak akan mendapatkan senjata nuklir', atau menyelesaikan 'masalah tersebut secara diplomatis'.
AS Lebih Memilih Solusi Diplomatik untuk Masalah Nuklir Iran
Lebih lanjut, JD Vance mengatakan bahwa Pemerintahan AS masih lebih memilih masalah program nuklir Iran diselesaikan dengan cara damai.
"Saya pikir kita semua lebih menyukai opsi diplomatik," kata Vance.
"Tetapi itu benar-benar tergantung pada apa yang dilakukan dan dikatakan Iran," lanjutnya.
"Saya rasa kita harus menghindari pengulangan kesalahan masa lalu," lanjut Vance, merujuk pada operasi militer AS sebelumnya di Timur Tengah.
Baca Juga: AS Isyaratkan Jalur Diplomatik, Iran Sebut Siap Terbuka untuk Kesepakatan yang Adil
"Saya juga berpikir kita harus menghindari terlalu terpaku pada pelajaran masa lalu. Hanya karena seorang presiden gagal dalam konflik militer bukan berarti kita tidak akan pernah terlibat dalam konflik militer lagi. Kita harus berhati-hati, tetapi saya rasa presiden sudah berhati-hati," jelasnya.
Vance menambahkan bahwa ia tetap 'skeptis terhadap intervensi militer asing'.
Artikel Terkait
Donald Trump Ultimatum Lagi, Ancam Serang Iran dari Pangkalan Diego Garcia di Samudera Hindia
Pengamat: AS Salah Baca Iran, Tekanan Justru Perkuat Rezim Ali Khamenei
Di Tengah Pidato Kenegaraan, Presiden AS Donald Trump Kembali Ultimatum Iran
AS Isyaratkan Jalur Diplomatik, Iran Sebut Siap Terbuka untuk Kesepakatan yang Adil
Iran Tolak Akhiri Pengayaan Uranium, Sebut Batasi Kemampuan Rudal di Bawah 2.000 km