Wapres JD Vance Sebut Potensi Serangan AS ke Iran Tidak akan Sebabkan Konflik Regional, Washington Pilih Jalan Diplomasi

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Jumat, 27 Februari 2026 | 16:05 WIB
Wakil Presiden AS JD Vance sebut serangan Washington ke Iran tidak akan timbulkan konflik regional Timur Tengah, lebih memilih diplomasi. (X.com/@JDVance)
Wakil Presiden AS JD Vance sebut serangan Washington ke Iran tidak akan timbulkan konflik regional Timur Tengah, lebih memilih diplomasi. (X.com/@JDVance)

SENAYANPOST - Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) JD Vance buka suara soal kemungkinan serangan militer Washington terhadap Teheran.

Hal tersebut disampaikan oleh JD Vance usai perundingan putaran ketiga antara AS dan Iran tentang nuklir yang berlangsung di Jenewa, Swiss.

Wapres AS itu meyakini bahwa potensi serangan AS terhadap Iran tidak akan mengakibatkan konflik berkepanjangan di Timur Tengah.

"Gagasan bahwa kita akan berada dalam perang Timur Tengah selama bertahun-tahun tanpa akhir yang terlihat, tidak ada kemungkinan itu akan terjadi," katanya kepada Washington Post dalam sebuah wawancara pada 26 Februari 2026, dikutip SenayanPost.com dari TASS News Agency.

Baca Juga: Iran Tolak Akhiri Pengayaan Uranium, Sebut Batasi Kemampuan Rudal di Bawah 2.000 km

Vance mengatakan ia tidak tahu apa yang akan diputuskan Presiden AS Donald Trump tentang Iran, menggambarkan kemungkinan yang mencakup serangan militer 'untuk memastikan Iran tidak akan mendapatkan senjata nuklir', atau menyelesaikan 'masalah tersebut secara diplomatis'.

AS Lebih Memilih Solusi Diplomatik untuk Masalah Nuklir Iran

Lebih lanjut, JD Vance mengatakan bahwa Pemerintahan AS masih lebih memilih masalah program nuklir Iran diselesaikan dengan cara damai.

"Saya pikir kita semua lebih menyukai opsi diplomatik," kata Vance.

"Tetapi itu benar-benar tergantung pada apa yang dilakukan dan dikatakan Iran," lanjutnya.

"Saya rasa kita harus menghindari pengulangan kesalahan masa lalu," lanjut Vance, merujuk pada operasi militer AS sebelumnya di Timur Tengah.

Baca Juga: AS Isyaratkan Jalur Diplomatik, Iran Sebut Siap Terbuka untuk Kesepakatan yang Adil

"Saya juga berpikir kita harus menghindari terlalu terpaku pada pelajaran masa lalu. Hanya karena seorang presiden gagal dalam konflik militer bukan berarti kita tidak akan pernah terlibat dalam konflik militer lagi. Kita harus berhati-hati, tetapi saya rasa presiden sudah berhati-hati," jelasnya.

Vance menambahkan bahwa ia tetap 'skeptis terhadap intervensi militer asing'.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: TASS News Agency

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X