Kelompok hak asasi manusia menyebut klaim tersebut sebagai 'kampanye fitnah', dengan mengatakan Israel tidak memberikan bukti kredibel untuk mendukungnya.
"Jurnalis dibunuh dalam jumlah yang belum pernah terjadi sebelumnya pada saat akses informasi lebih penting daripada sebelumnya," kata CEO CPJ Jodie Ginsberg.
Baca Juga: Trump Umumkan Tarif Baru 10 Persen, Prabowo: Indonesia Siap Hadapi Segala Kemungkinan
"Serangan terhadap media merupakan indikator utama serangan terhadap kebebasan lainnya, dan masih banyak yang perlu dilakukan untuk mencegah pembunuhan ini dan menghukum para pelakunya. Kita semua berisiko ketika jurnalis dibunuh karena melaporkan berita," lanjutnya.
Israel telah melarang media internasional untuk memasuki Gaza secara independen sejak perang dimulai pada Oktober 2023.
Hal ini tidak berubah sejak penandatanganan gencatan senjata Gaza, yang mulai berlaku Oktober lalu.
Hampir semua pelaporan langsung di lapangan selama genosida dilakukan oleh jurnalis Palestina di Gaza, yang telah hidup dalam kondisi sulit, termasuk pengungsian, akses terbatas terhadap bantuan kemanusiaan, dan intimidasi terhadap anggota keluarga mereka karena pekerjaan jurnalistik mereka.
Menurut Serikat Jurnalis Palestina, militer Israel telah membunuh lebih dari 700 anggota keluarga jurnalis sejak Oktober 2023.
Baca Juga: Investor Global Puji Komitmen Prabowo Perkuat Sistem Hukum sebagai Fondasi Utama Investasi
"Jurnalis bukan lagi satu-satunya target," kata sebuah laporan dari serikat tersebut tahun lalu.
"Keluarga telah diubah menjadi alat tekanan dan hukuman kolektif, yang melanggar prinsip-prinsip inti hukum humaniter internasional," tutupnya.***
Artikel Terkait
Prabowo Tegaskan Indonesia Bukan Lagi 'Sleeping Giant' di Hadapan 12 Investor Raksasa Dunia
Investor Global Puji Komitmen Prabowo Perkuat Sistem Hukum sebagai Fondasi Utama Investasi
Trump Umumkan Tarif Baru 10 Persen, Prabowo: Indonesia Siap Hadapi Segala Kemungkinan
Hadapi Dinamika Kebijakan AS, RI Minta Tarif 0 Persen untuk Kopi hingga Tekstil Tetap Berlaku
Pengamat: AS Salah Baca Iran, Tekanan Justru Perkuat Rezim Ali Khamenei