Rusia Sambangi Suriah, Tawarkan Mediasi dengan Israel Penjajah

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Rabu, 10 September 2025 | 19:35 WIB
Delegasi Rusia belum lama ini menyambangi Suriah dan menemui Menlu Asaad Al Shaibani, tawarkan mediasi dengan Israel. (Syria Mofaex)
Delegasi Rusia belum lama ini menyambangi Suriah dan menemui Menlu Asaad Al Shaibani, tawarkan mediasi dengan Israel. (Syria Mofaex)

SENAYANPOST - Rusia belum lama ini menyambangi Suriah yang saat ini dipimpin oleh Presiden sementara Ahmad Al Sharaa.

Dalam kunjungannya tersebut, Rusia diwakili oleh Menteri Konstruksi dan Perumahan Irek Fayzullin serta pejabat dari 14 kementerian Rusia, termasuk pertahanan dan luar negeri.

Delegasi Rusia tersebut disambut oleh Menteri Luar Negeri Suriah Asaad Al Shaibani pada Selasa, 9 September 2025.

Selain itu ada Sekretaris Jenderal Kepresidenan Maher Al Sharaa, Kepala Intelijen Suriah Hussein Al Salama, Kepala Staf Ali Al Nassan, dan para menteri ekonomi, industri, kesehatan, dan keuangan, serta perwakilan dari kementerian lainnya.

Baca Juga: Produk Turki Banjiri Pasar Suriah hingga Barang Lokal Sulit Bersaing, Nilai Impor Capai Rp19,77 Triliun dalam 7 Bulan

Selain membahas hubungan bilateral kedua negara, Rusia juga menawarkan kepada Suriah untuk mediasi dengan Israel penjajah yang baru-baru ini melakukan serangan teror terhadap negara tersebut.

Dari pihak Suriah, Al Shaibani menggambarkan hubungan Suriah-Rusia sebagai "dalam, telah melalui tahapan persahabatan dan kerja sama, meskipun kurang seimbang".

 

Sebelumnya pada hari itu, Kantor Berita Arab Suriah (SANA) yang dikelola pemerintah melaporkan bahwa delegasi Rusia akan bertemu dengan beberapa pejabat Suriah untuk membahas ekonomi, keamanan, pertahanan, dan politik.

"Kami mewarisi banyak berkas penting dari rezim yang telah runtuh, terutama isu senjata kimia, yang mencoreng citra global Suriah," kata Asaad Al Shaibani pada 9 September 2025, dikutip SenayanPost.com dari Enab Baladi.

Baca Juga: Amnesti Internasional: Pasukan Pemerintah Suriah dan Afiliasinya Eksekusi Mati Puluhan Warga Druze di Suwayda

Ia menekankan bahwa Suriah "menutup babak penyangkalan dan penghindaran, dan bekerja sama dengan Organisasi Pelarangan Senjata Kimia."

Ia juga mengatakan bahwa setiap kehadiran asing di Suriah "harus melayani rakyat Suriah dalam membangun masa depan mereka," merujuk pada pangkalan Rusia di wilayah pesisir Suriah.

Rusia mempertahankan dua pangkalan utama di Suriah: pangkalan udara Hmeimim di provinsi Latakia (Suriah barat), pangkalan angkatan laut Tartus di Mediterania, dan pangkalan udara tambahan di al-Hasakah (Suriah timur laut).

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: Enab Baladi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X