SENAYANPOST - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sesumbar akan serang kembali Iran setelah 12 hari saling serang, yang berpotensi meningkatkan ketegangan di Timur Tengah.
Veteran Amerika Serikat (AS), Kolonel Douglas Macgregor memberikan pandangannya soal ini.
Ia menilai AS akan memberikan dukungan kepada sekutu terbesarnya di kawasan meskipun dunia internasional semakin mengisolasi dua negara ini.
"Saya pikir apa pun yang dilakukan Netanyahu akan langsung disetujui oleh Presiden Donald Trump. Saya pikir anggapan bahwa Presiden Trump adalah agen bebas yang mengutamakan kepentingan keamanan nasional Amerika hanyalah delusi. Saya pikir Netanyahu sudah memegang kendali. Saya sudah mengatakannya sejak lama. Saya masih berpikir dia memegang kendali. Dan apa pun yang dia inginkan, dia akan mendapatkannya," kata Douglas Macgregor pada 13 Agustus 2025, dikutip SenayanPost.com dari YouTube Judge Napolitano Judging Freedom.
Baca Juga: Iran Siap Normalisasi Hubungan Diplomatik dengan Suriah, Ali Larijani Sebut Syarat Ini
Macgregor mengatakan bahwa pemegang uang saat ini banyak dikuasai oleh orang-orang Netanyahu atau kelompok Yahudi yang mendukung cita-cita Zionisme.
Sekelompok orang tersebut mempengaruhi kebijakan luar negeri AS yang saat ini tampak tidak konsisten.
"Kita harus memahami bahwa Netanyahu dapat melakukan apa yang dia lakukan karena ada sekelompok kecil, minoritas orang-orang dengan banyak uang di Washington DC, New York, dan London, para bankir, sistem perbankan, elit keuangan yang mengendalikan semua yang ingin dilakukan Presiden Trump dalam kebijakan luar negeri," terangnya.
Meskipun Trump diberi mandat oleh rakyat AS, rupanya tidak berpengaruh begitu besar.
"Sekarang, dia memiliki pengaruh di dalam negeri, tetapi saya rasa dia tidak memiliki banyak pengaruh. Jadi, Netanyahu menelepon dan berkata, 'Dengar, saya akan melancarkan serangan ini. Saya hanya ingin memberi tahu Anda'. Ini akan segera terjadi. Apakah dia melakukannya atau tidak, mungkin tidak relevan. Dia akan bisa melakukan apa pun yang dia inginkan sekarang," jelasnya.
Lebih lanjut, veteran AS itu mengungkapkan lobi Israel penjajah yang masif, baik itu di Kongres dan Gedung Putih.
Oleh karena itu, Trump nampaknya tidak bisa berbuat banyak di Palestina, khususnya di Jalur Gaza.
"Dan itu akan terus berlanjut selama dia dan orang-orang yang mendukungnya, dan saya berbicara tentang Netanyahu serta Trump, mengendalikan Kongres dan mengendalikan Gedung Putih," ujarnya.
Artikel Terkait
Hamas Kutuk Keras Pembunuhan Jurnalis Al Jazeera Anas Al Sharif dan Mohammed Qreiqeh oleh Israel: Kejahatan Biadab Melampaui Fasisme dan Kriminalitas
Pesan Terakhir Anas Al Sharif Jurnalis Al Jazeera yang Gugur Dibunuh Israel Penjajah: Jangan Lupakan Gaza dan Palestina
Israel Penjajah Terus Merangsek ke Suriah Selatan, Lakukan Penangkapan dan Penggeledahan Rumah Warga Quneitra
Di Tengah Wacana Netanyahu Ambil Alih Jalur Gaza, Jeffrey Sachs Bongkar Ideologi Sayap Kanan Ekstrem Israel
Ahmad Al Sharaa Minta Tolong Putin Bantu Hadang Agresi Israel di Suriah, Pengamat Ungkap Niat Rusia Sebenarnya