Kutuk Penghinaan Nabi Muhammad SAW di Jaramana, Perlawanan Rakyat Suriah Tuding Ahmad Al Sharaa Antek Zionis dan Amerika

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Rabu, 30 April 2025 | 16:47 WIB
Kelompok Perlawanan Rakyat Suriah mengecam insiden penghinaan Nabi Muhammad SAW sekaligus kritik tajam Ahmad Al Sharaa. (Telegram Perlawanan Rakyat Suriah)
Kelompok Perlawanan Rakyat Suriah mengecam insiden penghinaan Nabi Muhammad SAW sekaligus kritik tajam Ahmad Al Sharaa. (Telegram Perlawanan Rakyat Suriah)

SENAYANPOST - Perlawanan Rakyat Suriah baru-baru ini merilis pernyataan resmi terkait insiden penghinaan Nabi Muhammad SAW di Jaramana, sebuah kota di selatan ibu kota Damaskus.

Lebih lanjut, kelompok perlawanan yang menentang kepemimpinan Presiden sementara Suriah, Ahmad Al Sharaa itu menuduh agen Suriah penyebabnya.

"Kami mengutuk dengan kata-kata yang paling keras, dan dengan hati yang mendidih karena amarah, kejahatan agresi yang keji yang dilakukan oleh agen Suriah, ketika ia dengan berani menghina Nabi Allah, Muhammad, saw dan keluarganya, Penutup para Nabi dan Penghulu Bani Adam, di hadapan kaumnya sendiri, yang tetap diam tentang amoralitas dan menerima penghinaan," tulis pernyataan resmi Perlawanan Rakyat Suriah pada 29 April 2025, dikutip SenayanPost.com dari akun Telegram resmi Perlawanan Rakyat Suriah.

Menurut Perlawanan Rakyat Suriah, insiden ini tidak berdiri sendiri.

Baca Juga: Israel Tak Bergeming, Menkeu Bezalel Smotrich Lanjutkan Perang Sampai Rakyat Palestina Keluar Gaza dan Suriah Dipisahkan

Secara terang-terangan, mereka menuduh Ahmad Al Sharaa, yang sebelumnya dikenal sebagai Abu Mohammad Al Jolani bagian dari penyebabnya.

"Kejahatan keji ini bukanlah insiden yang berdiri sendiri dan individual. Sebaliknya, ini adalah buah jahat dari aliansi Zionis dengan geng-geng bayaran dan pengkhianat, dimulai dengan geng-geng teroris Wahhabi Al Jolani, yang berjanji setia kepada Amerika dan Israel dan menerima kerja sama dengan mereka; melalui geng-geng ISIS, yang muncul dari rahim intelijen Barat; beberapa Druze Suriah yang menyerahkan diri mereka ke pelukan orang-orang Ibrani; beberapa orang Kurdi, agen-agen Amerika; dan akhirnya kepada mereka yang menyebut diri mereka 'oposisi', yang tidak lebih dari tentara bayaran yang melayani agenda-agenda Turki dan Amerika," bebernya.

Sejak Bashar Al Assad jatuh pada 8 Desember 2024 lalu, Suriah memasuki fase baru di bawah kepemimpinan Al Sharaa yang sebelumnya memimpin Hayat Tahrir Al Sham (HTS).

"Jatuhnya negara Suriah di bawah kepemimpinan Presiden Bashar Al Assad mengisyaratkan pelepasan anjing-anjing dari segala arah: Satu dalam pelukan Tel Aviv, yang lain dalam pelukan Washington; yang ketiga memohon kepada Ankara; dan yang keempat berenang di rawa-rawa London, Paris, Doha, dan Riyadh," bebernya.

Baca Juga: Lebih dari 1000 Orang Tewas, Ahmad Al Sharaa Janji Atasi Kekerasan Mematikan di Suriah, Simpatisan Bashar Al Assad Diduga Terlibat

Perlawanan Rakyat Suriah menilai tidak ada tempat bagi orang-orang yang berpaling dari Suriah dan mencari sekutu Barat dan Israel.

"Tidak ada lagi tempat untuk martabat di antara mereka yang mengalihkan kesetiaan dari Suriah kepada Trump dan Netanyahu, dan memperdagangkan agama di bawah panji-panji palsu," tegasnya.

"Kami, dalam Perlawanan Rakyat Suriah, memperingatkan semua orang yang tetap diam tentang atau berkolusi dengan tindakan ini. Kami menganggap kaum Zionis dan Amerika, serta agen-agen mereka di dalam Suriah, termasuk kaum Wahhabi Al Jolani, anggota ISIS di dalam Suriah, dan agen-agen Suriah dari kalangan Druze, Kurdi, dan lainnya, sepenuhnya bertanggung jawab atas pelanggaran ideologis yang serius ini," tutup pernyataan resmi dari Perlawanan Rakyat Suriah.

Baca Juga: Laporan: Daripada Turki, Israel Lobi AS Supaya Rusia Bertahan di Suriah yang 'Lemah' dan 'Terpecah'

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: Enab Baladi, Telegram Perlawanan Rakyat Suriah

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X