Sampai Debat Panas! Netanyahu Akhirnya Turuti Permintaan Donald Trump soal Gencatan Senjata di Gaza

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Selasa, 14 Januari 2025 | 19:05 WIB
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan utusan Donald Trump terlibat debat panas terkait gencatan senjata di Gaza. (Kolase foto X.com/@IsraeliPM/@realDonaldTrump)
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan utusan Donald Trump terlibat debat panas terkait gencatan senjata di Gaza. (Kolase foto X.com/@IsraeliPM/@realDonaldTrump)

SENAYANPOST - Proses negosiasi gencatan senjata di Gaza alami kemajuan, utusan Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu terlibat debat panas.

Debat panas tersebut akhirnya bisa mendorong kemajuan setelah kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas itu selalu menemui jalan buntu.

Utusan Donald Trump untuk urusan Timur Tengah, Steve Witkoff mengatakan bahwa ia terlibat dalam pertemuan yang 'menegangkan' dengan Netanyahu.

Pertemuan tersebut diadakan pada Sabtu lalu, 11 Januari 2025.

Baca Juga: 466 Hari Genosida di Gaza: Kesepakatan Gencatan Senjata Makin Dekat, Mediator Serahkan Draf Akhir

Dalam pertemuan tersebut, Trump meminta agar Netanyahu menerima kompromi yang diperlukan guna mengamankan kesepakatan pertukaran tawanan dengan Hamas sebelum pelatikan Presiden AS pada 20 Januari 2025.

Sebagaimana dilansir SenayanPost.com dari Times of Israel pada 13 Januari 2025, tekanan Witkoff terhadap Netanyahu tampaknya telah memberikan dampak.

Dua pejabat yang mengetahui negosiasi tersebut mengatakan bahwa kesenjangan utama telah tertutup selama pembicaraan selama akhir pekan.

Juru bicara Witkoff dan Netanyahu tidak segera menanggapi permintaan komentar mengenai masalah tersebut.

Baca Juga: Frustasi, Ayah Korban Penculikan Hamas di Gaza Ini Sebut Netanyahu Lakukan Kejahatan Perang

Sementara perdana menteri telah mendorong selama berminggu-minggu untuk gencatan senjata sementara yang hanya terkait dengan tahap pertama dari proposal tiga tahap yang diajukan Israel Mei lalu.

Isinya terkait perjanjian yang sedang diselesaikan semakin mendekati tawaran awal, dengan klausul yang menghubungkan tahap pertama dengan dua tahap lainnya, sehingga mempersulit Israel untuk melanjutkan pertempuran setelah tahap awal dimulai, kata salah satu pejabat.

Sementara itu, Haaretz melaporkan bahwa Israel juga akan setuju untuk sepenuhnya menarik diri dari Koridor Philadelphia selama tahap pertama.

Ini sebuah klaim yang kontras dengan pengarahan sebelumnya hari ini oleh pejabat Israel, yang mengatakan Israel tidak akan meninggalkan koridor tersebut pada tahap pertama atau kedua dari kesepakatan tersebut.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: Times of Israel

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X