Gencatan Senjata di Gaza Buntu, Qatar Tangguhkan Upaya Mediasi Israel-Hamas

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Minggu, 10 November 2024 | 15:05 WIB
Qatar tangguhkan upaya mediasi Israel dan Hamas karena satu tahun lebih gencatan senjata di Gaza alami jalan buntu. (X.com/@MofaQatar_EN)
Qatar tangguhkan upaya mediasi Israel dan Hamas karena satu tahun lebih gencatan senjata di Gaza alami jalan buntu. (X.com/@MofaQatar_EN)

SENAYANPOST - Qatar akhirnya tangguhkan mediasi antara Israel dan Hamas setelah satu tahun upaya gencatan senjata di Gaza mengalami jalan buntu.

Meskipun demikian, Qatar akan bersedia kembali terlibat jika kedua belah pihak menunjukkan kesediaan dan keseriusan untuk mengakhiri perang di Gaza.

Sikap Qatar ini disampaikan langsung oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar Majed Al Ansari.

Ia juga mengatakan bahwa Qatar telah memberitahu kedua belah pihak terkait 10 hari yang lalu tentang niatnya.

Baca Juga: 500 Lebih Akademisi Dukung Penangguhan Keanggotaan Israel di PBB

Sebelumnya pada hari Sabtu, The Associated Press melaporkan sebuah sumber diplomatik yang mengatakan bahwa kantor politik Hamas di Qatar 'tidak lagi berfungsi sebagaimana mestinya'.

Namun, Al Ansari mengatakan bahwa laporan mengenai kantor politik Hamas di Doha tidak akurat.

"Menyatakan bahwa tujuan utama kantor di Qatar adalah menjadi saluran komunikasi antara pihak-pihak terkait," kata Majed Al Ansari pada 9 November 2024, dikutip SenayanPost.com dari Al Jazeera.

Seorang pejabat senior Hamas mengatakan mereka mengetahui keputusan Qatar untuk menangguhkan upaya mediasi, 'tetapi tidak seorang pun menyuruh kami pergi'.

Baca Juga: Lontarkan Ucapan Rasis, Suporter Israel Dapat 'Salam Olahraga' dari Warga Lokal Amsterdam

Di Washington, DC, seorang pejabat AS mengatakan bahwa pemerintahan Presiden Amerika Serikat Joe Biden telah memberi tahu Qatar dua minggu lalu bahwa kelanjutan operasi kantor Hamas di Doha tidak lagi berguna dan delegasi Hamas harus diusir.

"Setelah menolak proposal berulang kali untuk membebaskan sandera, para pemimpin (Hamas) seharusnya tidak lagi diterima di ibu kota mitra Amerika mana pun. Kami menjelaskan hal itu kepada Qatar setelah penolakan Hamas beberapa minggu lalu atas proposal pembebasan sandera lainnya," kata seorang pejabat senior pemerintahan AS.

Para pejabat berbicara dengan syarat anonim karena sensitivitas masalah tersebut.

Sementara itu, Kantor Perdana Menteri Israel tidak berkomentar.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: Al Jazeera

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X