Warga Irak Geruduk Stasiun TV Arab Saudi MBC Usai Sebut Pemimpin Perlawanan Palestina Teroris

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Senin, 21 Oktober 2024 | 16:03 WIB
Sejumlah warga Irak geruduk kantor perwakilan stasiun TV Arab Saudi MBC setelah sebut pemimpin perlawanan Palestina teroris. (Sabreen News)
Sejumlah warga Irak geruduk kantor perwakilan stasiun TV Arab Saudi MBC setelah sebut pemimpin perlawanan Palestina teroris. (Sabreen News)

SENAYANPOST - Warga Irak geruduk salah satu stasiun televisi Arab Saudi 'MBC' usai mengeluarkan pernyataan bahwa pimpinan perlawanan Palestina 'teroris'.

Tak terima dengan pernyataan MBC tersebut, warga berhasil merangsek kantor MBC cabang Irak tersebut pada 19 Oktober 2024 dini hari.

Insiden ini terjadi usai Kepala Biro Politik Hamas Yahya Sinwar gugur di medan perang menghadapi tentara Israel penjajah di Gaza, Palestina.

The National melaporkan bahwa menurut seorang petugas keamanan anonim dari Kementerian Dalam Negeri, lebih dari 400 orang memasuki kantor saluran tersebut di lingkungan Al-Jamia setelah tengah malam.

Baca Juga: Kediamannya Dihantam Drone Hizbullah, Netanyahu Sebut Kesalahan Besar

Mereka menyalakan api di halaman dan kemudian mendobrak masuk ke dalam gedung serta merusak peralatan dan perabotan.

Setelah pemimpin Hamas Yahya Sinwar dibunuh oleh pasukan Israel di Gaza pada hari Rabu, MBC menyiarkan laporan berjudul "Milenium pembebasan dari teroris".

Sebagaimana dilansir SenayanPost.com dari The Cradle, laporan tersebut membahas dugaan masalah terorisme di wilayah tersebut, dengan menyebut Sinwar sebagai "teroris" terbaru yang terbunuh.

Laporan tersebut juga menggambarkan komandan Iran yang dihormati Qassem Suleimani, yang dibunuh oleh militer AS di Baghdad pada tahun 2020, sebagai "simbol terorisme".

Baca Juga: Lolos Pertahanan Udara Israel, Drone Hizbullah Hantam Kediaman Netanyahu di Kaisarea

Laporan itu juga menyebutkan Abu Mahdi al-Muhandis, yang terbunuh bersama Soleimani, dan pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah, yang dibunuh oleh Israel bulan lalu.

Gerakan Hamas Palestina mengecam MBC atas "laporan provokatif terhadap gerakan dan para pemimpinnya," dan menyebutnya sebagai "kejatuhan dan kemunduran profesional".

Video yang tersebar di media sosial menunjukkan para pengunjuk rasa mengibarkan bendera Pasukan Mobilisasi Populer (PMU) dan Kataib Hizbullah, salah satu faksi paling menonjol dari Perlawanan Islam di Irak (IRI).

Para pengunjuk rasa meneriakkan, "Tidak, tidak untuk Amerika" dan "Tidak, tidak untuk Israel".

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: The Cradle

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X