SENAYANPOST - Warga Irak geruduk salah satu stasiun televisi Arab Saudi 'MBC' usai mengeluarkan pernyataan bahwa pimpinan perlawanan Palestina 'teroris'.
Tak terima dengan pernyataan MBC tersebut, warga berhasil merangsek kantor MBC cabang Irak tersebut pada 19 Oktober 2024 dini hari.
Insiden ini terjadi usai Kepala Biro Politik Hamas Yahya Sinwar gugur di medan perang menghadapi tentara Israel penjajah di Gaza, Palestina.
The National melaporkan bahwa menurut seorang petugas keamanan anonim dari Kementerian Dalam Negeri, lebih dari 400 orang memasuki kantor saluran tersebut di lingkungan Al-Jamia setelah tengah malam.
Baca Juga: Kediamannya Dihantam Drone Hizbullah, Netanyahu Sebut Kesalahan Besar
Mereka menyalakan api di halaman dan kemudian mendobrak masuk ke dalam gedung serta merusak peralatan dan perabotan.
Setelah pemimpin Hamas Yahya Sinwar dibunuh oleh pasukan Israel di Gaza pada hari Rabu, MBC menyiarkan laporan berjudul "Milenium pembebasan dari teroris".
Sebagaimana dilansir SenayanPost.com dari The Cradle, laporan tersebut membahas dugaan masalah terorisme di wilayah tersebut, dengan menyebut Sinwar sebagai "teroris" terbaru yang terbunuh.
Laporan tersebut juga menggambarkan komandan Iran yang dihormati Qassem Suleimani, yang dibunuh oleh militer AS di Baghdad pada tahun 2020, sebagai "simbol terorisme".
Baca Juga: Lolos Pertahanan Udara Israel, Drone Hizbullah Hantam Kediaman Netanyahu di Kaisarea
Laporan itu juga menyebutkan Abu Mahdi al-Muhandis, yang terbunuh bersama Soleimani, dan pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah, yang dibunuh oleh Israel bulan lalu.
Gerakan Hamas Palestina mengecam MBC atas "laporan provokatif terhadap gerakan dan para pemimpinnya," dan menyebutnya sebagai "kejatuhan dan kemunduran profesional".
Video yang tersebar di media sosial menunjukkan para pengunjuk rasa mengibarkan bendera Pasukan Mobilisasi Populer (PMU) dan Kataib Hizbullah, salah satu faksi paling menonjol dari Perlawanan Islam di Irak (IRI).
Para pengunjuk rasa meneriakkan, "Tidak, tidak untuk Amerika" dan "Tidak, tidak untuk Israel".
Artikel Terkait
Arab Saudi dan China Sepakat Tingkatkan Kerjasama Militer
Arab Saudi Dukung Otoritas Palestina Memerintah di Gaza, Hamas Justru Bilang Begini
Arab Saudi Gagas Aliansi Internasional Pelaksanaan Solusi Dua Negara
Menlu Iran Sambangi Pangeran MBS di Arab Saudi, Bicarakan Hal Ini
Terang-terangan, Zionis Ingin Caplok Suriah hingga Arab Saudi Bentuk Israel Raya