Baca Juga: Ratusan Siswa di Bandung Barat Keracunan Massal, Program Menu Bergizi Gratis Jadi Sorotan
Antara Sumitronomics dan APBN
Purbaya lalu memosisikan APBN sebagai katalis untuk memperkuat sektor swasta. Fokusnya pada sektor bernilai tambah tinggi seperti pertanian, manufaktur, industri padat karya, dan pariwisata.
Sektor-sektor ini dianggap mampu menciptakan lapangan kerja besar sekaligus mendorong ketahanan ekonomi.
Selain itu, Menkeu Purbaya memastikan pemerintah ingin mengoptimalkan Danantara sebagai kendaraan investasi strategis agar Indonesia lebih kuat di rantai pasok global.
"Danantara diperkuat perannya untuk akselerasi investasi di sektor-sektor produktif dan bernilai tambah tinggi dan memperkuat posisi Indonesia di global value chain," ungkapnya.
Baca Juga: RI Gagas Protokol Jakarta di BRICS, Perjuangkan Keadilan Royalti Musik Digital Negara Berkembang
Jalan Koboi Purbaya: Likuiditas dan Deregulasi
Kebijakan Purbaya disebut “koboi” karena berani mengambil langkah tak lazim. Salah satunya dengan mengalihkan Rp200 triliun dana pemerintah dari Bank Indonesia ke bank himpunan milik negara (Himbara).
Tujuannya sederhana, yakni memperbesar likuiditas agar kredit usaha meningkat, konsumsi naik, dan investasi berjalan.
Tak berhenti di situ, pemerintah juga menyiapkan deregulasi untuk mempercepat izin usaha dan membentuk satgas khusus guna memantau proyek strategis.
Dengan cara ini, Purbaya berharap hambatan birokrasi bisa dipangkas dan iklim investasi lebih kondusif.
"Saat ini akan dibentuk satgas percepatan program strategis pemerintah yang akan monitor evaluasi dan melakukan debottlenecking koordinasi lintas sektor," tegas sang Menkeu baru RI.
Baca Juga: CBA Desak Kemenkeu–Peruri Transparan Soal Mesin Cetak Uang, Imbas Dugaan Mahar Khusus Kaesang
DPR: Gaya Koboi Purbaya Longgarkan Ketatnya Pasar